Teknologi

Grammarly Ungguli ChatGPT di Pasar AI Korporat 2025, DeepSeek Alami Lonjakan Trafik 1.800%

Jakarta – Lanskap kecerdasan buatan generatif (Generative AI) di tingkat perusahaan mengalami pergeseran signifikan sepanjang tahun 2025. Sebuah laporan terbaru dari Palo Alto Networks, bertajuk The State of Generative AI in 2025, mengungkap fakta mengejutkan: alat bantu penulisan praktis justru menjadi dominator pasar di lingkungan kerja, mengungguli model bahasa besar (LLM) yang lebih canggih.

Meskipun ChatGPT dari OpenAI sering menjadi sorotan publik dalam revolusi AI, data transaksi perusahaan menunjukkan realitas yang berbeda. Grammarly, asisten penulisan berbasis AI, secara mengejutkan mendominasi pasar dengan menguasai 39,59% dari seluruh transaksi aplikasi GenAI. Angka ini jauh melampaui Microsoft 365 Copilot yang berada di posisi kedua dengan 13,52%, serta meninggalkan ChatGPT di posisi keempat dengan hanya 8,24% pangsa transaksi.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Dominasi Utilitas Praktis dan Pertumbuhan Eksplosif

Dominasi Grammarly menegaskan tren penting: bagi para pekerja profesional, kebutuhan akan utilitas praktis—seperti menyusun email, laporan, dan presentasi yang bebas kesalahan—jauh lebih mendesak daripada kemampuan percakapan chatbot umum. Kategori “Writing Assistant” sendiri menjadi kasus penggunaan terbesar, menyumbang 34% dari total penggunaan GenAI di perusahaan. Fenomena ini menandakan bahwa AI telah beralih fungsi dari sekadar “mainan baru” yang canggih menjadi utilitas esensial yang menopang produktivitas harian.

Tahun 2024 dicatat sebagai tahun ledakan adopsi, dengan lalu lintas GenAI secara keseluruhan melonjak drastis sebesar 890%. Pertumbuhan eksplosif ini didorong oleh semakin matangnya model AI dan keuntungan produktivitas yang nyata. Beberapa organisasi melaporkan dampak ekonomi tambahan hingga 40% berkat efisiensi yang ditawarkan teknologi ini. Mureks mencatat bahwa percepatan adopsi ini menunjukkan kesiapan pasar dalam mengintegrasikan AI ke dalam operasional sehari-hari.

Dinamika Pasar dan Tantangan Keamanan

Namun, pasar ini juga terbukti sangat dinamis dan reaktif terhadap inovasi baru. Laporan tersebut menyoroti kasus peluncuran model DeepSeek-R1 pada Januari 2025 sebagai contoh utama volatilitas pasar. Hanya dalam waktu dua bulan setelah peluncurannya, lalu lintas menuju DeepSeek meroket hingga 1.800%. Lonjakan instan ini menunjukkan betapa cepatnya perusahaan dan karyawan bereksperimen dengan alat baru yang menjanjikan efisiensi lebih tinggi atau biaya yang lebih rendah, sering kali bergerak lebih cepat daripada kebijakan IT perusahaan mereka.

Pergeseran ini menandai era baru ketika AI bukan lagi sekadar eksperimen departemen IT, melainkan telah menjadi Force Multiplier atau penganda kekuatan bagi bisnis. Dari notulensi rapat yang ditulis otomatis hingga agen AI yang mengelola proses penjualan secara otonom, integrasi AI ke dalam alur kerja perusahaan kini tak terelakkan.

Kecepatan adopsi yang luar biasa ini membawa tantangan tersendiri. Dengan rata-rata organisasi kini menggunakan 66 aplikasi GenAI berbeda—banyak di antaranya tanpa pengawasan resmi—perusahaan menghadapi risiko keamanan baru yang signifikan. Meskipun demikian, data tahun 2025 mengirimkan sinyal yang jelas: gelombang adopsi AI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, dan alat yang paling sukses adalah alat yang paling efektif menyelesaikan masalah praktis sehari-hari.

Mureks