Di tengah gemuruh inovasi Consumer Electronics Show (CES) 2026, sebuah perangkat komputasi mungil berhasil menyita perhatian dunia teknologi: GMKtec EVO-T2. Bukan sekadar mini PC biasa, perangkat ini digadang-gadang sebagai revolusi dalam bentuk miniatur, membawa era kecerdasan buatan (AI) ke ranah desktop dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.
Ditenagai oleh prosesor Core Ultra X9 388H (Panther Lake) yang dibangun di atas arsitektur Intel 18A (1,8 nm) paling mutakhir, EVO-T2 menjanjikan performa AI lokal hingga 180 TOPS dalam balutan casing seukuran buku catatan. Kehadirannya menandai langkah signifikan dalam evolusi komputasi personal.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Dukungan terhadap inovasi ini datang langsung dari pucuk pimpinan Intel. Lip-Bu Tan, CEO Intel, tidak hanya sekadar hadir untuk sesi foto formal di stan GMKtec. Menurut pantauan Mureks, ia secara langsung menguji sistem tersebut, melontarkan pujian atas performanya, bahkan membubuhkan tanda tangan pada prototipe EVO-T2. Tindakan simbolis ini lebih dari sekadar dukungan; ini adalah pengakuan bahwa komputasi AI desktop yang portabel dan efisien kini telah menjadi kenyataan.
Intel 18A: Fondasi Revolusi di Balik GMKtec EVO-T2
Proses manufaktur Intel 18A merupakan puncak dari strategi ambisius Intel, “Five Nodes in Four Years”, yang bertujuan mengembalikan posisi perusahaan sebagai pemimpin teknologi semikonduktor global. Dengan EVO-T2, GMKtec mencatat sejarah sebagai perusahaan pertama di dunia yang berhasil membawa chipset berbasis 18A ini ke tangan konsumen.
Dua inovasi utama yang menjadi tulang punggung teknologi 18A adalah:
- RibbonFET (GAA Transistor): Transistor generasi baru ini dirancang untuk membungkus saluran arus dari semua sisi, secara signifikan meningkatkan presisi switching sekaligus mengurangi kebocoran daya. Hasilnya adalah efisiensi termal yang jauh lebih baik, bahkan pada tingkat TDP (Thermal Design Power) yang rendah.
- PowerVia (Backside Power Delivery): Teknologi ini memisahkan jalur daya dari jalur sinyal, yang mampu mengurangi gangguan dan voltage drop hingga 30%. Dampak positifnya adalah peningkatan kepadatan transistor dan kemampuan untuk mempertahankan performa lebih lama tanpa mengalami thermal throttling.
Intel mengklaim bahwa prosesor Panther Lake, yang menjadi otak EVO-T2, menawarkan peningkatan performa yang signifikan:
- Peningkatan performa single-thread sebesar +10%.
- Pengurangan konsumsi daya sebesar –40% pada beban kerja yang setara.
- Peningkatan performa grafis hingga +50% dibandingkan generasi Lunar Lake sebelumnya.
Dalam wujud mini PC seukuran EVO-T2, angka-angka ini bukan sekadar teori, melainkan realitas performa yang dapat dirasakan langsung oleh pengguna.
180 TOPS AI: Era Komputasi AI Lokal yang Nyata
Angka 180 TOPS (Trillion Operations Per Second) yang diusung GMKtec EVO-T2 bukan sekadar klaim pemasaran. Ini adalah kapasitas komputasi AI lokal yang memungkinkan pengguna untuk menjalankan model generatif multimodal berukuran besar secara mandiri, tanpa memerlukan koneksi internet.
Model-model seperti Llama 3, Stable Diffusion XL, atau Whisper-large dapat beroperasi langsung di perangkat, membuka potensi baru untuk produktivitas, kreativitas, dan pengalaman komputasi yang lebih personal dan aman. Ini menandai pergeseran paradigma, di mana AI yang kuat tidak lagi terbatas pada cloud, melainkan hadir langsung di perangkat pribadi.
Dengan kombinasi teknologi Intel 18A, prosesor Panther Lake, dan performa AI lokal yang masif, GMKtec EVO-T2 tidak hanya mendefinisikan ulang apa itu mini PC, tetapi juga membuka babak baru bagi komputasi pribadi di era kecerdasan buatan.






