Saham-saham perusahaan pertahanan di Eropa dan Asia menunjukkan kinerja yang sangat kuat pada sepuluh hari pertama tahun 2026. Kenaikan ini menjadi sinyal bagi investor bahwa sektor pertahanan siap menghadapi tahun yang penuh tantangan dan potensi keuntungan, menyusul ketidakpastian global yang terus meningkat.
Portofolio perusahaan pertahanan Eropa milik Goldman Sachs Group Inc., misalnya, melonjak 21% hanya dalam bulan Januari ini. Kenaikan signifikan tersebut terjadi setelah sektor ini mencatat reli impresif sebesar 90% sepanjang tahun 2025. Tren positif serupa juga terpantau di pasar saham Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan, di mana saham-saham pertahanan turut mengalami kenaikan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Peningkatan minat investor terhadap saham pertahanan ini tidak lepas dari serangkaian peristiwa geopolitik yang memanas. Di Ukraina, perang terus berlanjut dan memasuki musim dingin berikutnya dengan serangan-serangan baru. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah serangan mendadak Amerika Serikat ke Venezuela untuk menangkap pemimpinnya, serta pernyataan berulang Donald Trump yang menyerukan agar AS mengendalikan Greenland, alih-alih Denmark yang merupakan mitra NATO.
Aneeka Gupta, direktur riset makroekonomi di WisdomTree, menyoroti dampak dari perkembangan ini. “Ini adalah wake up call bahwa sekutu kunci, yaitu AS, tidak dapat diandalkan hingga sejauh itu,” ujar Gupta. Ia menambahkan bahwa situasi ini menuntut respons yang lebih cepat dari negara-negara sekutu. “Tingkat rearmament perlu ditingkatkan, tetapi laju rearmament tersebut juga perlu dipercepat.”
Catatan Mureks menunjukkan, investor secara aktif meningkatkan taruhan mereka terhadap potensi peningkatan pengeluaran militer pemerintah di berbagai negara. Hal ini merupakan respons langsung terhadap persepsi dunia yang semakin tidak pasti, mendorong negara-negara untuk memperkuat kapasitas pertahanan mereka.






