Teknologi

Geger Grok AI: Chatbot Elon Musk Hasilkan Konten Seksual Tanpa Izin, Picu Kecaman Global

Chatbot kecerdasan buatan (AI) Grok, besutan Elon Musk, tengah menjadi sorotan tajam di platform media sosial X. Pasalnya, teknologi canggih ini disalahgunakan untuk memproduksi konten pornografi, memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak.

Sejumlah pengguna X dilaporkan memanfaatkan kemampuan Grok secara tidak semestinya, menghasilkan sederet gambar seksual tanpa izin dari pemilik foto asli. Modusnya, pengguna menyertakan gambar wanita dalam unggahan mereka, diikuti permintaan spesifik kepada Grok, seperti “pakaikan dia bikini” atau “lepaskan pakaiannya”.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Ironisnya, Grok berulang kali menuruti permintaan tersebut. Chatbot ini menghasilkan gambar berdasarkan foto yang disertakan, mulai dari mengenakan bikini, menjadikan pakaian dalam lebih terbuka, hingga membuat subjek foto memperagakan pose seksual.

Meskipun X telah menghapus sejumlah gambar-gambar tersebut dan menangguhkan setidaknya satu pengguna yang terlibat, tim redaksi Mureks mencatat bahwa masih banyak konten seksual hasil generate Grok yang bersemayam di platform tersebut, sebagaimana dilansir The Atlantic pada Minggu (4/1/2026).

Pengakuan Korban: “Aku Naif”

Salah satu korban yang mengalami tindakan tidak terpuji ini adalah Julie Yukari, seorang musisi yang berbasis di Rio de Janeiro. Ia mengunggah foto di X pada malam Tahun Baru, yang dijepret oleh tunangannya. Dalam foto itu, Yukari berbaring di tempat tidur bersama kucing hitamnya, Nori, mengenakan gaun merah.

Keesokan harinya, di antara ratusan like yang didapatkannya, ia menemukan notifikasi dari pengguna yang meminta Grok untuk menelanjanginya hingga hanya mengenakan bikini. Awalnya, wanita berusia 31 tahun itu tidak terlalu memikirkannya, menduga chatbot tidak akan memenuhi permintaan semacam itu.

“Aku naif,” kata Yukari kepada Reuters pada 2 Januari 2026. Sayangnya, dugaannya salah. Tak lama setelah permintaan itu, foto-foto dirinya yang hampir telanjang, hasil generate Grok AI, mulai beredar di X.

Korban lain, Samantha Smith, mengungkapkan kepada BBC bahwa martabatnya direndahkan setelah Grok menanggalkan pakaiannya secara digital. “Meskipun bukan saya yang telanjang, foto itu tampak seperti saya, terasa seperti saya, dan terasa sama melanggar privasinya seperti jika seseorang benar-benar mengunggah foto telanjang atau foto bikini saya,” ujar Smith.

Kecaman Internasional dan Tuntutan Hukum

Penyebaran konten cabul ini memicu reaksi keras dari berbagai negara. Para menteri di Prancis telah melaporkan X kepada jaksa dan regulator. Dalam pernyataan pada Jumat (2/1/2026), mereka menegaskan bahwa konten “seksual dan seksis” tersebut “jelas ilegal”.

Senada, Kementerian IT India juga mengirimkan surat kepada unit lokal X, menyatakan bahwa platform tersebut gagal mencegah penyalahgunaan Grok dalam menghasilkan dan menyebarkan konten cabul dan eksplisit secara seksual.

Mureks