Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memutuskan untuk mengakhiri misi astronot Crew-11 sebulan lebih awal dari jadwal semula. Keputusan ini diambil menyusul adanya “masalah medis” yang menimpa salah satu anggota kru, menandai kali pertama dalam sejarah NASA sebuah misi dipersingkat karena alasan kesehatan.
Identitas kru yang mengalami masalah kesehatan serta detail pasti mengenai kondisi dan tingkat keparahannya tidak diungkapkan oleh NASA. Namun, Kepala Petugas Kesehatan dan Medis NASA, James “JD” Polk, memastikan bahwa astronot yang terdampak “benar-benar stabil” dan situasi ini bukanlah kasus evakuasi darurat.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.
Meskipun Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dilengkapi dengan “perangkat medis yang kuat”, Polk menjelaskan bahwa fasilitas tersebut tidak memadai untuk melakukan pemeriksaan lengkap guna menentukan diagnosis pasti. Tanpa diagnosis yang jelas, NASA tidak dapat memastikan apakah kesehatan astronot tersebut dapat terpengaruh secara negatif oleh lingkungan di ISS, sehingga agensi memilih untuk “berhati-hati”.
Sebelumnya, NASA juga telah menunda kegiatan spacewalk di ISS yang dijadwalkan pada 8 Januari, dengan alasan masalah medis kru yang muncul sehari sebelumnya. Menurut pantauan Mureks, keputusan percepatan kepulangan ini menjadi sorotan mengingat ketatnya protokol kesehatan dalam misi luar angkasa. Misi Crew-11 sendiri telah berangkat menuju stasiun luar angkasa pada 1 Agustus dan seharusnya kembali ke Bumi sekitar 20 Februari 2026.
Setelah kepulangan Crew-11, hanya tiga orang yang akan tetap berada di stasiun: dua kosmonaut dan satu astronot. Mereka akan bertanggung jawab atas seluruh eksperimen yang sedang berlangsung di laboratorium orbit tersebut. Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa agensi akan merilis detail lebih lanjut mengenai penerbangan pulang mereka dalam waktu 48 jam ke depan.
Tim pengganti, Crew-12, awalnya dijadwalkan menuju ISS pada pertengahan Februari. Namun, NASA kini tengah mempertimbangkan untuk mengirimkan para astronot tersebut lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan.






