Raksasa semikonduktor Intel menggebrak panggung Consumer Electronics Show (CES) 2026 dengan pengumuman ambisius mengenai masa depan PC gaming genggam. Perusahaan menjanjikan platform gaming genggam yang ditenagai oleh seri prosesor terbarunya, Panther Lake, yang diklaim akan membawa peningkatan performa signifikan.
Pengumuman ini, yang disampaikan pada Sabtu, 10 Januari 2026, mengisyaratkan gelombang peluncuran besar perangkat gaming genggam baru yang akan hadir di pasar. Meskipun detail lebih lanjut masih akan diungkapkan sepanjang tahun 2026, Intel telah mengonfirmasi kemitraan strategis dengan sejumlah produsen terkemuka.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Kemitraan Strategis dan Potensi Pasar
Menurut laporan Notebookcheck, Intel telah menjalin kerja sama dengan beberapa merek besar seperti MSI, Acer, GPD, Microsoft, dan Onexplayer. Kemitraan ini membuka peluang bagi hadirnya berbagai model PC gaming genggam yang inovatif di masa mendatang.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, langkah Intel ini menjadi sorotan. Pasalnya, dua pemain besar lainnya, Lenovo dan Asus, baru saja meluncurkan perangkat terbaru mereka, yakni Legion Go 2 dan ROG Xbox Ally X. Hal ini secara efektif menempatkan mereka di luar lingkaran untuk pembaruan perangkat genggam yang ditenagai chip Intel terbaru dalam waktu dekat.
Kondisi ini memberikan ruang bagi MSI, salah satu mitra utama Intel, untuk mengembangkan penerus dari perangkat Claw AI+ yang saat ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra 7 258V. Potensi penerus MSI Claw 8 AI+ dengan chip Panther Lake diharapkan akan membawa performa yang jauh lebih baik.
Performa Unggul dan Efisiensi Daya
Intel mengklaim bahwa GPU terintegrasi Arc B390 pada Panther Lake akan menawarkan peningkatan performa yang mencolok. Catatan Mureks menunjukkan, Intel menyebut Arc B390 73% lebih cepat dibandingkan Radeon 890M milik AMD, sekaligus beroperasi dengan konsumsi daya yang lebih rendah.
Klaim performa ini menempatkan Intel dalam posisi yang kuat untuk bersaing ketat dengan AMD di segmen perangkat gaming genggam. Jika klaim ini akurat, perangkat MSI Claw terbaru yang ditenagai Panther Lake dapat menghadirkan performa gaming generasi berikutnya yang melampaui sebagian besar perangkat genggam mainstream saat ini.
Selain itu, Panther Lake juga akan mendukung teknologi XeSS 3, yang dilengkapi dengan fitur multi-frame generation. Teknologi ini sebelumnya hanya terlihat pada GPU seri RTX 5000 milik Nvidia, meskipun juga dapat diakses melalui Lossless Scaling di Steam. Dukungan XeSS 3 ini diharapkan dapat meningkatkan pengalaman visual dan kelancaran bermain game.
Persaingan Sengit di Pasar Handheld Gaming
Pasar PC gaming genggam kini menjadi medan pertempuran sengit antara AMD dan Intel. Meskipun APU Ryzen AI Max+ 395 milik AMD menawarkan performa setara laptop gaming untuk perangkat premium seperti GPD Win 5 dengan harga mendekati $2.000, prosesor Intel Core Ultra 7 258V yang digunakan pada MSI Claw AI+ masih dianggap sebagai chip yang sangat mengesankan dari segi nilai.
MSI Claw AI+ sendiri, dengan harga $899, sempat menjadi perdebatan karena harganya. Namun, jika dibandingkan dengan perangkat Max+ 395 yang jauh lebih mahal, nilai yang ditawarkan Intel menjadi lebih menonjol.
Dengan klaim lompatan performa generasi baru dari Intel, masa depan PC gaming genggam terlihat sangat menjanjikan. Intel berambisi untuk semakin memantapkan kehadirannya di pasar perangkat keras gaming, terutama dengan bocoran GPU diskrit Arc B770 yang kabarnya akan dilengkapi dengan VRAM 16GB. Baik AMD maupun Intel terus berinovasi, tidak hanya di segmen GPU desktop, tetapi juga pada SoC dan grafis terintegrasi yang kuat untuk perangkat genggam.






