AC Milan kembali harus menelan pil pahit setelah gagal mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri. Menjamu Genoa pada pekan ke-19 Liga Italia 2025/2026, Jumat (09/01/2026) dini hari WIB, Rossoneri hanya mampu bermain imbang 1-1 di San Siro. Hasil ini membuat bek Milan, Matteo Gabbia, secara terbuka mengakui kesalahannya yang berujung pada gol lawan.
Milan sejatinya tampil dominan sejak awal pertandingan, menciptakan sejumlah peluang berbahaya untuk memecah kebuntuan. Namun, sebuah momen krusial di babak pertama justru membuat mereka tertinggal lebih dulu. Genoa berhasil mencuri keunggulan melalui tendangan Lorenzo Colombo yang memanfaatkan umpan silang dari sisi sayap. Gol tersebut tercipta setelah Colombo lebih cepat bereaksi dibanding Matteo Gabbia di kotak penalti.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Rossoneri baru bisa menyelamatkan satu poin di masa injury time babak kedua berkat sundulan Rafael Leao. Hasil imbang ini tentu saja memperlebar jarak Milan dengan Inter di puncak klasemen, sekaligus menambah daftar hasil mengecewakan yang mereka alami musim ini.
Rasa Pahit dan Tanggung Jawab Gabbia
Matteo Gabbia tidak menutupi kekecewaannya usai pertandingan. Bek tengah itu mengakui bahwa hasil imbang ini terasa seperti kekalahan, terutama mengingat peluang menang yang sebenarnya terbuka lebar bagi timnya.
“Kami pulang dengan rasa pahit di mulut. Kami ingin menang. Kami memulai dengan baik dengan beberapa peluang, saya membentur mistar gawang dan kemudian melakukan kesalahan yang menyebabkan gol mereka,” ujar Gabbia kepada DAZN, seperti dikutip dari SempreMilan.
Gabbia juga menegaskan kesiapannya untuk memikul tanggung jawab penuh atas gol yang dicetak Lorenzo Colombo. Ia menyadari bahwa reaksi terlambatnya di kotak penalti menjadi penyebab Genoa mampu unggul lebih dulu.
“Saya seharusnya bisa mengalahkan Colombo dalam perebutan bola (untuk gol tersebut), tetapi saya fokus pada pemain lawan, dan ia mendahului saya. Sayangnya, itu kadang-kadang terjadi, tetapi saya bertanggung jawab. Kami kehilangan dua poin dalam situasi yang kami latih setiap minggu,” tambahnya.
Situasi ini semakin disesalkan karena skema bertahan seperti itu telah berulang kali dilatih dalam sesi latihan tim. Kehilangan dua poin di kandang sendiri pun terasa semakin menyakitkan bagi skuad asuhan Stefano Pioli.
Mureks merangkum, meski diliputi kekecewaan, Gabbia menegaskan bahwa tim tidak akan larut dalam kesedihan. Fokus penuh akan diarahkan pada perbaikan performa di laga-laga berikutnya, termasuk pertandingan Serie A selanjutnya melawan Fiorentina pada 11 Januari 2026.






