Pasangan ganda campuran Indonesia, Marwan Faza dan Aisyah Salsabila Putri Pranata, bersiap menghadapi panggung perdana mereka di turnamen bulutangkis level atas, Malaysia Open 2026. Ajang Super 1000 ini akan menjadi debut bagi Faza/Aisyah setelah lebih dari satu tahun berpasangan.
Antusiasme tinggi menyelimuti kedua atlet muda ini menjelang kesempatan emas tersebut. Faza mengungkapkan perasaannya, “Perasaannya pasti senang dipercaya buat pertandingan di level 1000 ini. Saya sangat bersemangat menyambut debut di Malaysia Open.” Senada dengan Faza, Aisyah juga tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. “Tidak terbayangkan akhirnya bisa debut di Super 1000. Kami ingin menampilkan permainan yang baik,” ujarnya.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Fokus Utama: Kesiapan Mental
Dalam persiapan menghadapi turnamen bergengsi ini, Faza dan Aisyah secara khusus menyoroti aspek mental sebagai fokus utama. Keduanya menyadari tekanan yang akan mereka hadapi di level kompetisi tertinggi.
- Faza menekankan pentingnya kepercayaan diri. “Kalau saya sendiri lebih disiapkan secara mental. Harus percaya sama kemampuan masing-masing, kemampuan diri sendiri juga. Pelatih percaya kami turun di ajang sebesar ini jadi kami juga harus percaya kalau kami mampu,” jelas Faza.
- Aisyah menambahkan bahwa kesiapan sejak awal sangat krusial. “Kami harus siap dan in dari awal di level ini. Feeling mainnya dan penempatan bola harus langsung prima,” imbuhnya.
Perjalanan Bangkit dari Keterpurukan
Faza/Aisyah, yang kini menduduki peringkat 22 dunia, memang dinilai sudah waktunya mencicipi turnamen dengan level yang lebih tinggi. Prestasi mereka di tahun 2025 cukup menjanjikan, dengan catatan empat kali juara Super 100 di Indonesia, Vietnam, Guwahati, dan Odisha, serta menjadi semifinalis di Syed Modi Super 300.
Namun, perjalanan mereka tidak selalu mulus. Faza mengakui adanya periode sulit di awal tahun. “Sebenarnya hasil itu dilihat setengah tahun terakhir saja yang bagus ya. Karena di awal tahun 2025, kami sempat dicoba di 300, di 500 tapi hasilnya kurang bagus kan. Itu juga sempat mengurangi kepercayaan diri,” kenangnya.
Mureks mencatat bahwa pasangan ini sempat menghentikan pertandingan selama tiga bulan untuk persiapan dan diturunkan levelnya. “Kami stop pertandingan tiga bulan buat persiapan lalu disuruh turun level. Dari turnamen Super 100 itu kami coba buat membangun kepercayaan diri lagi. Alhamdulillah dapat beberapa gelar dan cukup berpengaruh positif pada keyakinan kami,” lanjut Faza, menjelaskan strategi mereka untuk kembali ke performa terbaik.
Target Kejutan di Axiata Arena
Di kesempatan perdana merasakan turnamen Super 1000 ini, Faza/Aisyah bertekad memberikan yang terbaik. Mereka berharap dapat menciptakan kejutan dengan mengalahkan unggulan-unggulan. “Kami ingin membuat kejutan di sini dengan mengalahkan unggulan-unggulan. Tapi yang terpenting adalah bagaimana mengeluarkan permainan yang baik dan bagus,” ujar Faza penuh optimisme.
Malaysia Open 2026 akan diselenggarakan pada 6-11 Januari 2026 di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, dengan total hadiah sebesar $1,45 juta Dolar Amerika Serikat. Selain Faza/Aisyah, Indonesia mengirimkan delapan wakil lainnya.
Daftar Wakil Indonesia di Malaysia Open 2026
| Kategori | Wakil |
|---|---|
| Tunggal Putra | Jonatan Christie, Alwi Farhan |
| Tunggal Putri | Putri Kusuma Wardani |
| Ganda Putra | Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin |
| Ganda Campuran | Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata |
| Ganda Putri | Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari |






