Drama di balik pemecatan Enzo Maresca dari kursi manajer Chelsea terus terkuak. Pria asal Italia itu, yang baru saja didepak dari Stamford Bridge, rupanya tidak pernah menginginkan kehadiran winger muda Alejandro Garnacho dalam skuadnya.
Maresca harus mengakhiri masa kerjanya di Chelsea setelah menukangi Si Biru sejak musim panas 2024. Selama masa kepemimpinannya, Maresca berhasil mempersembahkan dua trofi bergengsi, yakni UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Namun, tren buruk Chelsea yang belakangan sulit meraih kemenangan menjadi pemicu utama para petinggi klub mengambil keputusan untuk berpisah dengan Maresca pada Jumat, 02 Januari 2026.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Ketidakharmonisan Akibat Kebijakan Transfer
Pantauan Mureks dari berbagai media Inggris mencatat, salah satu faktor utama yang diyakini membuat hubungan Enzo Maresca dan para petinggi klub Chelsea kurang harmonis adalah terkait kebijakan transfer pemain. Maresca dikabarkan telah mengajukan beberapa nama pemain yang diinginkannya untuk memperkuat skuad, khususnya permintaan untuk membeli bek tengah baru. Namun, permintaan tersebut tidak dikabulkan oleh manajemen klub.
Sebaliknya, para petinggi klub justru kerap melakukan pembelian pemain tanpa persetujuan Maresca. Alejandro Garnacho menjadi salah satu contoh paling mencolok dari kebijakan transfer sepihak ini. Maresca tidak pernah meminta klub untuk memboyong winger asal Argentina tersebut, bahkan tidak pernah melakukan kontak langsung dengan sang pemain.
Chelsea mengakuisisi Alejandro Garnacho dari Manchester United pada musim panas 2025 dengan mahar sebesar 46 juta Euro, atau setara dengan Rp 904 miliar. Para petinggi klub disinyalir tidak terlalu mempermasalahkan apakah Garnacho nantinya akan mendapatkan menit bermain reguler atau tidak dalam skuad, yang terpenting adalah melakukan pembelian.
Mureks mencatat bahwa kebijakan ini mengindikasikan adanya dugaan bahwa para petinggi klub lebih berorientasi pada bisnis jual beli pemain untuk mendapatkan keuntungan. Banyak pemain muda diboyong dengan harapan dapat dilepas kembali di masa depan dengan harga yang lebih tinggi.
Meski demikian, Garnacho sendiri telah menunjukkan performa yang cukup baik dengan mengemas empat gol dan dua assist dari 18 laga yang dimainkannya. Pemain berusia 21 tahun itu pun kerap dirotasi dalam pertandingan.






