Olahraga

Jejak Bintang Lapangan: Enam Pemain yang Pernah Membela Arsenal dan Southampton

Arsenal dan Southampton, dua klub sepak bola Inggris dengan profil dan ambisi berbeda, memiliki sejarah panjang yang saling terkait melalui perpindahan pemain. Arsenal, raksasa Premier League dengan koleksi trofi melimpah, seringkali menjadi tujuan akhir bagi talenta-talenta yang diasah oleh Southampton, klub yang dikenal sebagai pencetak bintang muda.

Dinamika transfer ini tidak hanya terjadi di era modern, tetapi juga telah berlangsung lintas generasi, menunjukkan relasi yang kuat antara kedua tim. Bagi para pemain, kepindahan ke Arsenal kerap menjadi langkah strategis untuk meningkatkan level kompetisi, meraih gelar, dan memperkaya pengalaman di panggung sepak bola tertinggi Inggris dan Eropa. Mureks mencatat bahwa hubungan ini telah terjalin sejak puluhan tahun lalu, membuktikan bahwa perpindahan pemain antara Arsenal dan Southampton bukan sekadar tren sesaat.

Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id

Charlie George

Frederick Charles George, produk asli akademi Arsenal, memulai debutnya pada tahun 1968. Ia menjadi bagian penting dari skuad The Gunners yang sukses meraih gelar ganda, yakni FA Cup dan Football League First Division (kini Premier League) pada edisi 1971.

Setelah bertahan di London hingga 1975 dan sempat membela beberapa klub lain, George akhirnya berlabuh di Southampton pada tahun 1978. Namun, berbeda dengan masa kejayaannya di Arsenal, George gagal menyumbangkan trofi selama berseragam The Saints.

Alan Ball

Anggota skuad Timnas Inggris peraih Piala Dunia 1966, Alan Ball, didatangkan Arsenal pada tahun 1971 setelah tampil impresif bersama Everton. Di klub berjuluk The Meriam London, performa Alan Ball sebenarnya cukup apik, namun ia tidak berhasil mempersembahkan gelar juara.

Setelah sempat dipinjamkan ke Hellenic, Ball dilepas ke Southampton pada tahun 1976. Ia mampu bermain reguler untuk The Saints dengan mencatatkan 132 penampilan di liga domestik. Sayangnya, prestasi terbaiknya di Southampton hanya mencapai posisi runner-up Football League Cup 1978/1979.

Theo Walcott

Theo Walcott menimba ilmu sepak bola di akademi Southampton sejak tahun 2000 dan dipromosikan ke tim senior pada 2005. Ia tampil gemilang di musim perdananya dengan 21 penampilan dan 4 gol di liga domestik, yang kemudian menarik minat Arsenal untuk membelinya pada Januari 2006.

Penyerang sayap ini berseragam The Gunners hingga 2018, di mana ia berhasil meraih dua trofi FA Cup. Setelah sempat dilepas ke Everton, Walcott akhirnya kembali ke Southampton pada musim 2020/2021.

Alex Oxlade-Chamberlain

Perjalanan karier Alex Oxlade-Chamberlain memiliki kemiripan dengan Theo Walcott. Ia juga merupakan produk binaan Southampton dan berhasil menembus tim utama pada 2010. Hanya butuh satu musim bagi Oxlade-Chamberlain untuk membuat Arsenal kepincut dan merekrutnya pada Agustus 2011.

Selama membela The Gunners, Oxlade-Chamberlain tiga kali merasakan gelar FA Cup dan FA Community Shield. Setelah enam musim, ia dilego ke Liverpool, di mana ia akhirnya meraih gelar UEFA Champions League dan Premier League.

Calum Chambers

Arsenal tampaknya memiliki ketertarikan khusus pada talenta yang diorbitkan Southampton. Setelah Theo Walcott dan Alex Oxlade-Chamberlain, mereka juga memboyong Calum Chambers. Chambers adalah didikan Southampton yang bermain di tim utama pada 2012 sebelum dibeli Arsenal pada Juli 2014.

Namun, berbeda dengan dua pendahulunya, performa Chambers di klub London Utara cenderung kurang konsisten. Ia sempat dipinjamkan ke Middlesbrough dan Fulham, sebelum akhirnya dilepas ke Aston Villa secara gratis pada Januari 2022.

Cedric Soares

Cedric Soares didatangkan Southampton dari Sporting CP pada Juni 2015. Pemain asal Portugal ini mampu bermain reguler sebagai bek kanan The Saints. Konsistensi performanya menarik perhatian Arsenal, yang kemudian mendatangkannya pada Januari 2020 dengan status pinjaman.

Pada Juni 2020, manajemen The Gunners memutuskan untuk mengikat Soares secara permanen setelah kontraknya bersama Southampton habis. Ia bahkan turut menjadi eksekutor penalti saat timnya mengalahkan Liverpool dalam perebutan FA Community Shield edisi 2020.

Perpindahan klub memang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan karier seorang pesepak bola dalam mengejar prestasi. Namun, seperti yang ditunjukkan oleh para pemain ini, hal tersebut bukanlah jaminan mutlak untuk mendapatkan apa yang diidamkan.

Mureks