Manchester United memasuki babak baru setelah memutuskan berpisah dengan pelatih Ruben Amorim. Keputusan ini diambil menyusul hasil imbang melawan Leeds United di Liga Inggris pada 4 Januari 2026, yang meningkatkan tekanan pada pelatih asal Portugal tersebut. Manajemen klub kemudian menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih sementara.
Fletcher, mantan gelandang United dan timnas Skotlandia, langsung memimpin tim dalam laga imbang 2-2 melawan Burnley di liga pada pertengahan pekan, 8 Januari 2026. Di tengah transisi kepelatihan ini, pandangan dari internal klub mulai bermunculan.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Manchester United Tak Butuh Perombakan Besar
Salah satu pandangan datang dari Rene Meulensteen, mantan pelatih Manchester United yang pernah menjadi tangan kanan Sir Alex Ferguson. Menurut Meulensteen, kondisi tim sebenarnya tidak memerlukan perombakan besar pasca-kepergian Amorim.
Meulensteen menilai fondasi tim masih bisa segera dimaksimalkan. Kunci utamanya, menurutnya, terletak pada penempatan pemain dalam sistem yang sesuai dengan kekuatan masing-masing. Dengan pendekatan tersebut, perubahan positif diyakini bisa terjadi dalam waktu singkat.
“Saya kira sekarang ini tidak butuh banyak hal untuk diperbaiki, sungguh saya tidak berpikir demikian,” kata Meulensteen dalam wawancaranya di BBC Radio 5Live, seperti yang Mureks pantau. Ia menegaskan potensi kebangkitan cepat bukan hal yang sulit dicapai.
“Anda hanya perlu menempatkan para pemain dalam sistem yang memungkinkan mereka bermain sesuai kekuatan mereka dan ini bisa terjadi dengan sangat, sangat cepat,” tambahnya.
Keuntungan Darren Fletcher sebagai Pelatih Interim
Penunjukan Darren Fletcher sebagai pelatih interim juga dinilai Meulensteen memiliki sejumlah keuntungan penting. Salah satunya adalah pemahaman mendalam Fletcher terhadap budaya dan dinamika klub.
Meulensteen menilai pengalaman Fletcher di lingkungan sukses dan kurang sukses menjadi modal berharga. Hal itu dianggap membantunya mengenali masalah yang perlu ditangani dalam jangka pendek.
“Keuntungan Darren Fletcher mengambil alih sebagai pelatih interim ada dua atau tiga hal. Dia mengenal klub,” lanjut Meulensteen. “Dia pernah berada di bawah pelatih yang sangat sukses, jadi dia tahu seperti apa pelatih sukses itu. Dan dia juga berada dalam budaya yang tidak sukses, jadi dia tahu apa yang salah dan apa yang harus diperbaiki dalam jangka pendek.”






