Para penggemar petualangan daring era ’90-an kini memiliki alasan baru untuk kembali bernostalgia. Sebuah MMORPG dungeon-crawler gratis bernama Dreadmyst telah hadir di Steam, menawarkan pengalaman bermain yang mengingatkan pada game-game klasik seperti Ultima dengan sentuhan modern. Game ini menarik perhatian banyak pemain, termasuk veteran yang merindukan sensasi game online jadul.
Dreadmyst: Nostalgia Petualangan Online ’90-an
Dreadmyst merupakan proyek solo dari pengembang dreadmyst.com, yang sekaligus bertindak sebagai penerbit. Game ini berjalan di atas engine-nya sendiri, sebuah detail yang mungkin tidak langsung jelas signifikansinya, namun terlihat dari visualnya yang khas. Tampilannya yang isometrik dan point-and-click seolah membawa pemain kembali ke era komputer Packard Bell yang akrab di tahun 1990-an.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Meskipun beberapa aspek, seperti arena PvP yang mengingatkan pada Duel Arena di Runescape, mungkin memicu rasa cemas bagi sebagian pemain yang tidak menyukai pertarungan winner-takes-all, Dreadmyst menawarkan lebih dari itu. Sensasi melempar bola api di hutan atau memancing segerombolan kelelawar di dalam dungeon yang penuh dengan potensi loot, atau bahkan kematian, menjadi daya tarik utama yang disajikan melalui tangkapan layar di halaman Steam-nya.
Gameplay Sederhana, Tantangan Mendalam
Dengan premis yang sederhana, Dreadmyst menawarkan empat kelas karakter yang bisa dimainkan: Paladin, Mage, Archer, dan Cleric. Pemain diajak untuk meningkatkan level dan melengkapi karakter mereka. Tujuan dalam game ini sengaja dibuat samar, namun penjaga kota selalu siap memberikan petunjuk untuk petualangan berikutnya.
Sejak dirilis, Dreadmyst mendapatkan sambutan yang cukup baik. Game ini meraih ulasan ‘mostly positive‘ dari lebih dari 200 ulasan yang masuk. Reaksi awal pemain mencakup komentar seperti, “Hella fun,” “lots of drops,” dan sistem pertarungan tab-target yang “feels great.” Salah satu ulasan bahkan secara blak-blakan menyebut, “from entitled little ******* crying about a free MMO made by ONE PERSON not working perfectly on launch day,” sebuah kritik terhadap kritik yang cukup valid.
Perbandingan dengan game lain juga muncul. Seorang pemain mengklaim bahwa “Game made by one dev already has more quests than Ashes of Creation,” sementara yang lain menyebut Dreadmyst memiliki “better netcode” dibandingkan game yang rilis Early Access Desember 2025 tersebut, yang masih mendapatkan ulasan ‘mixed‘.
Dua dungeon yang tersedia di Dreadmyst dikenal sangat menantang di level maksimal, bahkan disebut “no joke” oleh seorang pemain awal. Untuk mencoba kembali dungeon ini, pemain membutuhkan kunci konsumsi, menambah elemen grinding RPG berbasis grup yang hardcore, sebuah pengalaman yang mungkin telah hilang di tengah kesibukan modern. Mureks merangkum, game ini berhasil mengembalikan “gesekan” yang dulu menjadi ciri khas genre MMORPG.
Masa Depan Cerah dengan Pembaruan Rutin
Dreadmyst tersedia secara gratis di Steam. Dengan pembaruan yang dijadwalkan minggu depan (dari tanggal 10 Januari 2026), game ini akan menghadirkan dungeon baru dan fase pertama sistem crafting yang terinspirasi dari Horadric Cube di Diablo 2. Ini menunjukkan masa depan yang cerah bagi upaya solo untuk mengembalikan nuansa klasik ke genre MMORPG.






