Tren

Dominasi Barcelona di La Liga Paruh Musim 2025/2026: Siapa Bintang, Siapa yang Perlu Berbenah?

Barcelona menutup paruh pertama musim 2025/2026 dengan status pemuncak klasemen La Liga, mengumpulkan 46 poin dari 18 pertandingan. Tim asuhan Hansi Flick ini unggul empat poin dari rival terdekat, Real Madrid, sebuah margin yang memberikan ketenangan menjelang pergantian tahun. Produktivitas gol yang mencapai 51 gol menegaskan karakter agresif yang diusung Flick sepanjang paruh musim pertama.

Pendekatan menyerang ini memang kerap menuntut kompromi di lini belakang, namun hasil akhir di kompetisi domestik tetap berpihak pada Blaugrana. Panggung Eropa, di sisi lain, menghadirkan cerita yang sedikit berbeda. Barcelona menempati posisi ke-15 di Liga Champions setelah enam laga, dengan kekalahan telak 0-3 di markas Chelsea menjadi noda pada rapor tengah musim yang belum sepenuhnya bersih.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Performa domestik Barcelona ditandai oleh kemampuan tim untuk bertahan dalam situasi sulit. Kemenangan di laga-laga tandang yang menantang, seperti saat bertandang ke Villarreal, menjadi contoh kematangan baru skuad. Sementara itu, perjalanan di Copa del Rey juga dilalui tanpa hambatan berarti pada fase awal, menjaga atmosfer positif di ruang ganti.

Joan Garcia Beri Rasa Aman di Bawah Mistar

Di posisi penjaga gawang, Joan Garcia tampil meyakinkan dengan nilai 8/10. Refleks cepat dan kemampuan distribusi bola modernnya memberikan rasa aman bagi lini pertahanan. Laga kontra Villarreal menjadi bukti kematangannya di bawah tekanan. Sebagai pelapis, Wojciech Szczesny menjalankan perannya dengan nilai 6/10, berkontribusi menjaga stabilitas tanpa menjadikan posisi penjaga gawang sebagai masalah.

Lini Belakang: Kejutan Eric Garcia dan Tantangan Araujo

Lini belakang Barcelona menunjukkan kontradiksi yang tajam. Eric Garcia muncul sebagai kejutan terbesar dengan nilai 9/10, berkat fleksibilitas peran dan kecerdasan dalam membaca permainan. Kontrak baru hingga 2031 terasa sepadan dengan pengaruhnya yang meluas di lapangan.

Sebaliknya, Ronald Araujo berada di sisi yang berlawanan dengan nilai 4,5/10. Kartu merah saat melawan Chelsea dan absennya menit bermain setelah itu memutus kontinuitas musimnya. Pau Cubarsi tampil melampaui usianya dengan nilai 7,5/10 sebagai pemimpin senyap di jantung pertahanan, sementara Gerard Martin ikut naik daun setelah adaptasi mulus ke posisi bek tengah.

Andreas Christensen kembali menunjukkan dua sisi kariernya dengan nilai 6/10; golnya di Copa del Rey kontras dengan cedera lutut yang mengancam sisa musim. Adapun Jules Kounde dan Alejandro Balde berada di rentang cukup dengan nilai 6/10 dan 6,5/10. Kilasan kualitas masih terlihat, namun konsistensi belum sepenuhnya tercapai.

Gelandang: Pedri dan De Jong Jadi Pusat Gravitasi

Lini tengah Barcelona dikendalikan oleh kreativitas dan keseimbangan. Pedri menjadi pusat gravitasi permainan dengan nilai 9/10. Kehadirannya membuat aliran bola lebih tenang dan efektif. Frenkie de Jong mempertahankan peran metronom dengan nilai 8/10, di mana kombinasinya bersama Pedri memberikan keseimbangan terbaik di lini tengah.

Fermin Lopez mencuri perhatian lewat tujuh gol dari posisi gelandang dan nilai 8/10. Naluri datang terlambat ke kotak penalti menjadi senjata utamanya. Sementara itu, Marc Casado menjalani paruh musim yang berat dengan nilai 4/10, perannya menyusut seiring hilangnya kontrol permainan.

Marc Bernal meraih nilai 6/10 dalam musim yang menuntut kesabaran, dengan pemulihan dari cedera ACL membatasi menit bermainnya. Dani Olmo mendapat nilai 5/10 setelah kesulitan menemukan kesinambungan akibat cedera berulang yang menghambat adaptasi di sistem Flick. Terakhir, Dro Fernandez memperoleh nilai 6,5/10 sebagai remaja yang mulai mencicipi persaingan gelar, dengan menit singkatnya memberikan kilasan potensi jangka panjang.

Penyerang: Ferran Torres Memimpin Produktivitas

Lini serang Barcelona menunjukkan produktivitas dan variasi. Ferran Torres memimpin dengan 13 gol dan nilai 8,5/10. Ketajamannya mengubah performa solid menjadi poin krusial. Lamine Yamal terus berbahaya meski dibatasi cedera pubalgia dengan nilai 8/10, di mana golnya ke gawang Villarreal menegaskan mentalitas bintang.

Raphinha mengoleksi nilai 8/10 lewat kerja keras dan keputusan krusial, dengan penalti di Villarreal lahir dari agresivitasnya sendiri. Marcus Rashford mencatat nilai 7,5/10 dalam masa pinjaman yang efektif, pergerakannya menciptakan ketidakpastian bagi bek lawan.

Robert Lewandowski meraih nilai 6,5/10 dengan delapan gol. Perannya kini lebih kolektif dalam struktur serangan tim. Sementara itu, Roony Bardghji mendapat nilai 6/10 dalam proses adaptasi di La Liga, bakat mentahnya menjanjikan ruang berkembang di masa depan.

Rangkuman Rating Paruh Musim Pemain Barcelona

  • Joan Garcia: 8/10
  • Wojciech Szczesny: 6/10
  • Jules Kounde: 6/10
  • Pau Cubarsi: 7.5/10
  • Eric Garcia: 9/10
  • Alejandro Balde: 6,5/10
  • Ronald Araujo: 4,5/10
  • Andreas Christensen: 6/10
  • Gerard Martin: 7,5/10
  • Pedri: 9/10
  • Frenkie de Jong: 8/10
  • Marc Casado: 4/10
  • Marc Bernal: 6/10
  • Fermin Lopez: 8/10
  • Dani Olmo: 5/10
  • Dro: 6,5/10
  • Lamine Yamal: 8/10
  • Ferran Torres: 8,5/10
  • Raphinha: 8/10
  • Marcus Rashford: 7,5/10
  • Robert Lewandowski: 6,5/10
  • Roony Bardghji: 6/10

Hansi Flick dan Arah Tim Barcelona

Pelatih Hansi Flick meraih nilai 8/10 atas kemampuannya menstabilkan performa tim setelah awal yang berliku. Keunggulan empat poin di liga menjadi indikator keberhasilan adaptasinya. Namun, masih ada pekerjaan rumah dalam fase build-up melawan pressing ketat lawan. Paruh kedua musim akan menjadi penentu apakah Barcelona mampu menaikkan standar di Eropa dan mempertahankan dominasi di domestik.

Mureks