Para penggemar Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) di Indonesia siap menyambut gelaran akbar M7 Carnival yang akan dihelat di Stadion Madya GBK, Jakarta, pada 23-25 Januari 2025. Acara ini dipastikan akan dimeriahkan oleh deretan musisi papan atas, baik dari kancah nasional maupun internasional, menjanjikan hiburan berkualitas bagi ribuan pengunjung.
M7 Carnival diselenggarakan beriringan dengan babak playoff M7 World Championship, sebuah kolaborasi strategis antara Moonton dan Red Bull. Gelaran ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi esports, tetapi juga festival hiburan yang dirancang khusus untuk mengapresiasi komunitas MLBB Indonesia. Pengunjung dapat menikmati beragam aktivitas, mulai dari sesi meet and greet dengan idola, berbagai permainan seru, hingga pertunjukan musik yang memukau.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Deretan Bintang yang Siap Guncang Panggung M7 Carnival
Menurut catatan Mureks, lima nama besar telah dikonfirmasi akan tampil memeriahkan panggung M7 Carnival. Mereka adalah Jemsii, Naykilla, Dipha Barus, DJ Viloid, dan Stephanie Poetri. Setiap musisi membawa gaya dan ciri khasnya masing-masing, menjamin pengalaman yang beragam bagi para penonton.
Jemsii: Produser di Balik Hits Viral “Garam & Madu”
Musisi muda asal Palabuhanratu, Sukabumi, Jemsii, dikenal sebagai produser, komposer, dan penyanyi di balik lagu viral “Garam & Madu (Sakit Dadaku)”. Dirilis pada akhir 2024, lagu ini langsung meledak di media sosial dan menduduki tangga trending YouTube. Jemsii menonjol dengan pendekatan inovatifnya dalam memadukan genre musik lokal dan modern, menciptakan gaya khas yang ia sebut hipdut.
Naykilla: Ikon Gen Z dengan Gaya Hipdut Eksentrik
Penyanyi dan penulis lagu asal Surabaya, Naykilla, juga akan turut memeriahkan M7 Carnival. Popularitasnya meroket berkat kolaborasinya dengan Jemsii dan Tenxi dalam lagu “Garam & Madu” yang viral di TikTok dan YouTube. Berasal dari keluarga musisi, Naykilla dikenal dengan gaya bermusiknya yang unik dan ekspresif, menjadikannya ikon baru di kalangan Gen Z Indonesia.
Dipha Barus: Perpaduan Elektronik dan Tradisi Nusantara
DJ, produser, dan komposer asal Jakarta, Dipha Barus, akan membawa nuansa berbeda dengan perpaduan musik elektronik dan unsur tradisional Indonesia. Berdarah Karo, Dipha kerap mengintegrasikan instrumen seperti angklung, gamelan, rindik Bali, hingga teriakan tari Saman ke dalam karya-karyanya. Lagu “No One Can Stop Us” menjadi titik balik kariernya, mengantarkannya meraih AMI Awards serta masuk tangga lagu global Spotify dan Apple Music.
DJ Viloid: Sentuhan Pop Jepang dan Anime di Panggung EDM
DJ Viloid, atau Sarah Viloid, adalah DJ dan kreator konten asal Indonesia yang dikenal dengan gaya musik EDM-nya yang unik, diwarnai sentuhan budaya pop Jepang dan anime. Memulai pendidikan musik sejak 2018 dan tampil sebagai DJ pada pertengahan 2021, Sarah Olivia memiliki basis penggemar yang kuat di kalangan gamer dan pecinta otomotif. Selain bermusik, ia juga aktif sebagai kreator konten gaming yang berpengaruh di media sosial.
Stephanie Poetri: Bintang Internasional dari 88rising
Salah satu nama besar yang paling dinanti adalah Stephanie Poetri, penyanyi dan penulis lagu Indonesia-Amerika. Dikenal luas lewat lagu viral “I Love You 3000” yang terinspirasi dari film Avengers: Endgame, Stephanie berhasil menembus panggung internasional. Bergabung dengan label musik global 88rising pada 2019, ia dikenal dengan suara lembut, lirik personal, dan gaya musik yang relatable bagi generasi muda.
Dengan deretan bintang yang beragam dan acara pendukung yang menarik, M7 Carnival diproyeksikan menjadi salah satu festival hiburan terbesar awal tahun 2025, menyatukan euforia esports dengan kegembiraan musik bagi seluruh penggemar MLBB.





