Gelandang andalan Arsenal dan tim nasional Inggris, Declan Rice, kini menjadi sorotan setelah namanya disebut-sebut layak meraih penghargaan Ballon d’Or. Pemain berusia 26 tahun ini juga mendapat predikat sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia, sebuah pengakuan yang ia tanggapi dengan kerendahan hati.
Perjalanan Karier Declan Rice: Dari West Ham Hingga Puncak di Arsenal
Declan Rice telah menempuh perjalanan karier yang pesat dalam waktu singkat. Mengawali karier internasionalnya dengan Republik Irlandia sebelum beralih ke Inggris pada 2019, Rice awalnya bermain sebagai bek tengah dan gelandang bertahan di West Ham United.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Perkembangannya yang signifikan di posisi gelandang bertahan membawanya menjadi kapten The Hammers saat meraih gelar Conference League pada tahun 2023. Setelah itu, ia pindah ke Emirates Stadium dengan nilai transfer fantastis £105 juta, menjadikannya salah satu transfer termahal dalam sejarah sepak bola Inggris.
Reputasinya terus meningkat di London utara, dan ia kini dianggap banyak pihak sebagai kapten masa depan Inggris. Tidak menutup kemungkinan, penghargaan kolektif dan individu akan menghampirinya di tahun-tahun mendatang.
Tanggapan Rice Terhadap Pembicaraan Ballon d’Or
Saat ditanya oleh Jamie Redknapp dari Sky Sports mengenai klaim atas Ballon d’Or, Rice memberikan respons yang khas dan bersahaja.
“Saya hanya Dec dari Kingston, kan? Lihat, itu adalah percakapan yang tepat untuk dilakukan. Fans Arsenal sangat menghargai apa yang saya lakukan untuk mereka saat ini, dan sebelumnya fans West Ham juga memuji saya,” ujar Rice.
Ia menambahkan, “Ketika Anda dibandingkan dengan pemain terbaik di dunia, itu menyenangkan, jadi semoga itu terus berlanjut. Itu menunjukkan Anda bermain bagus, dan Anda ingin bermain di level tertinggi.”
Peran Mikel Arteta dalam Peningkatan Performa Rice
Di Arsenal, Rice bekerja di bawah asuhan manajer Mikel Arteta, yang diyakini banyak pihak sebagai salah satu pelatih terbaik untuk mendorong potensi pemain. Rice sendiri mengakui peran besar Arteta dalam perkembangannya.
“Di awal musim, manajer banyak mendorong saya. Saya pikir setelah dua pertandingan, saya berada di kantornya. Dia memanggil saya. Dia tidak senang dengan beberapa hal,” kata Rice tentang pelatihnya di Emirates.
Ketika ditanya lebih lanjut mengenai isi pembicaraan tersebut, Rice menjelaskan, “Ada beberapa cuplikan, hanya tentang hal-hal yang tidak saya lakukan dengan benar. Hal-hal mendasar dalam berlari dan mengawal lawan serta menguasai bola, dari segi posisi, yang tidak terlalu dia sukai.”
Mureks mencatat bahwa Rice juga mengakui, “Seperti yang saya katakan, di awal musim, saya sendiri menyadari saya mungkin belum berada di level terbaik saya.” Ia melihat teguran Arteta sebagai motivasi. “Hal yang baik dari manajer ini adalah dia tahu kapan harus sedikit memberi teguran, hanya untuk memberi saya dorongan, dan dia tahu itu akan mengeluarkan yang terbaik dari saya. Karena saya suka mendengarkan, saya suka menyerap semuanya. Saya tidak melihat itu sebagai hal buruk, dia telah mengatakan itu kepada saya. Ketika dia mengatakan itu kepada saya, saya berkata pada diri sendiri: ‘Saya memang perlu meningkatkan kemampuan saya di sini!’”
Pujian Arteta untuk Declan Rice
Kini, Mikel Arteta sendiri menjadi bagian dari “klub penggemar” Rice. Saat ditanya apakah gelandang bernomor punggung 41 itu telah menjadi pemain terbaik di posisinya pada musim 2025/2026, Arteta memberikan pujian tinggi.
“Bagi saya, ya. Declan terus menambahkan hal-hal baru ke dalam permainannya, dan perannya dalam tim, dan saya tidak melihat di mana dia bisa berhenti, karena dia masih bisa berkembang di banyak area, dan dia ingin berkembang,” tutur Arteta.
Arsenal akan terus mengawasi proses perkembangan Rice dan tim secara keseluruhan. Dengan standar kolektif yang tidak boleh menurun, The Gunners kembali berburu gelar Liga Primer setelah finis sebagai runner-up dalam tiga musim terakhir, dengan Rice menjadi salah satu pilar utama harapan mereka.





