Olahraga

Darren Fletcher: Masalah Manchester United Tak Tuntas Hanya Ganti Pelatih, Pertahanan Rapuh Disorot

Darren Fletcher dipastikan akan memimpin Manchester United sebagai pelatih caretaker saat menghadapi Brighton pada putaran ketiga Piala FA di Old Trafford akhir pekan ini. Namun, hasil imbang 2-2 melawan Burnley pada Kamis (8/1/2026) WIB, kembali menegaskan bahwa persoalan yang membelit Setan Merah tidak akan otomatis tuntas hanya dengan mengganti sosok di pinggir lapangan.

Fletcher menyebut penunjukannya untuk laga Piala FA telah dikomunikasikan langsung oleh manajemen klub. “Mereka sudah memberi tahu bahwa saya diminta memimpin tim pada hari Minggu,” kata Fletcher, dikutip dari BBC. “Sejak Senin sebenarnya sudah ada firasat ke arah itu, tetapi kami memilih fokus ke laga melawan Burnley. Sekarang tugas saya jelas, memimpin tim di Piala FA, dan seluruh fokus saya tertuju ke sana.”

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Pihak manajemen yang dimaksud Fletcher adalah CEO Manchester United Omar Berrada dan direktur olahraga Jason Wilcox. Keduanya tertangkap kamera berada di tribun saat laga di Turf Moor berakhir, dengan ekspresi yang mencerminkan beban pikiran setelah kembali menyaksikan performa yang jauh dari kata meyakinkan.

Hasil di markas Burnley memperpanjang catatan mengecewakan Manchester United. Mureks mencatat bahwa sejak awal November, Setan Merah telah melakoni 10 pertandingan melawan tim-tim yang berada di papan bawah klasemen Liga Inggris, namun hanya mampu meraih dua kemenangan.

Tiga pertandingan terakhir pun memperlihatkan masalah serupa. Manchester United menghadapi Wolves dan Burnley yang terpuruk di zona degradasi, serta Leeds yang tengah berjuang menjauh dari ancaman turun kasta. Hasilnya, ketiga laga tersebut hanya berujung seri.

Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Fletcher juga belum membawa perubahan signifikan. Amorim dipecat menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds. Fletcher kemudian mengganti skema tiga bek peninggalan Amorim dan kembali menggunakan formasi empat bek. Namun, masalah lama tetap muncul.

Di beberapa laga tandang sebelumnya, Manchester United sempat unggul lalu tertinggal dan harus berjuang mengejar hasil imbang. Melawan Burnley, situasinya terbalik. Manchester United tertinggal lebih dulu lalu bangkit lewat dua gol Benjamin Sesko, namun kembali gagal mempertahankan keunggulan meski mendominasi permainan.

Rapuhnya Lini Belakang dan Tumpulnya Serangan

Fakta soal Manchester United yang baru mencatat dua clean sheet sepanjang musim menjadi sorotan serius. Fletcher mengakui persoalan tersebut tak bisa dibiarkan. “Sepanjang musim ini sudah terlihat jelas kami terlalu mudah kebobolan. Ada aspek taktik, terutama ketika menggunakan formasi dengan bek yang lebih sedikit karena ruang yang harus dijaga lebih luas. Namun pada akhirnya, bertahan adalah tugas seluruh tim,” kata Fletcher.

Ia menambahkan, “Sebagai satu kesatuan, kami harus jauh lebih baik dalam bertahan dan tidak terus-menerus kebobolan.”

Selain rapuh di lini belakang, masalah lain yang belum teratasi ialah efektivitas serangan. Pada laga melawan Burnley, Manchester United melepaskan sekitar 30 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Namun, hanya dua yang berbuah gol. Dua peluang bahkan berhasil disapu di garis gawang oleh pemain Burnley.

Benjamin Sesko gagal memaksimalkan beberapa kesempatan untuk mencetak hattrick, sedangkan gol Lisandro Martinez dianulir karena dianggap melakukan dorongan terhadap Kyle Walker. Situasi ini menegaskan persoalan lama Manchester United dalam penyelesaian akhir.

Catatan gol juga menjadi warisan problematis dari era Amorim. Rata-rata gol United di bawah pelatih asal Portugal itu hanya 1,4 per pertandingan. Meski Fletcher melampaui rata-rata tersebut di laga perdananya, kekecewaan tetap muncul karena dominasi permainan tidak sebanding dengan hasil akhir.

Siapa pun yang akan ditunjuk menangani Manchester United hingga akhir musim dipastikan menghadapi tantangan berat. Setelah laga Piala FA melawan Brighton, Setan Merah sudah ditunggu dua lawan berat yaitu Manchester City dan Arsenal.

Mureks