Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, memimpin langsung siaga kelistrikan nasional dari Posko Aceh Tamiang menjelang pergantian tahun baru 2026. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab PLN untuk memastikan pasokan listrik aman dan nyaman bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, keputusan memusatkan komando di Aceh Tamiang juga merupakan wujud kepedulian terhadap wilayah yang terdampak bencana di Sumatra. “Pengamanan kelistrikan ini merupakan bentuk tanggung jawab PLN untuk memastikan seluruh masyarakat dapat menjalani malam pergantian tahun dengan aman dan nyaman, sekaligus tetap menghormati saudara-saudara kita di wilayah terdampak bencana. Oleh karena itu, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kami memastikan seluruh sistem kelistrikan nasional berada dalam kondisi siaga penuh langsung dari Aceh Tamiang,” ujar Darmawan, Kamis (1/1/2026).
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Kesiapan Sistem dan Personel
Darmawan menjelaskan, beban listrik nasional pada malam pergantian tahun diperkirakan mencapai sekitar 41,6 gigawatt (GW). Angka ini jauh di bawah daya mampu seluruh pembangkit yang mencapai 70,8 GW, menunjukkan cadangan daya yang memadai dan keandalan suplai listrik yang tinggi.
“Dengan sistem yang lebih matang, digital, dan teruji, kami optimistis pergantian tahun baru 2026 akan berlangsung aman dan nyaman. Ini merupakan komitmen kami untuk menjalankan arahan Pemerintah dalam memberikan layanan kelistrikan yang prima bagi masyarakat, khususnya di momen spesial seperti malam pergantian tahun,” tambahnya.
Untuk mengamankan pasokan listrik, PLN mengerahkan sebanyak 69 ribu personel yang tersebar di 3.402 posko dan 137 command center di seluruh Indonesia. Mureks mencatat bahwa para personel ini dilengkapi dengan berbagai peralatan pendukung, termasuk 1.917 unit genset, 737 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 1.338 Unit Gardu Bergerak (UGB), 434 unit truk crane, 4.720 mobil operasional, dan 4.412 motor operasional.
“Khusus untuk malam tahun baru, seluruh petugas PLN saat ini dalam kondisi siaga di seantero Indonesia. Pada malam ini, tentu saja kami juga terus mengawal pasokan listrik di 2.615 titik pusat-pusat keramaian dan layanan publik, sehingga perayaan tahun baru 2026 bisa berjalan dengan lancar,” terang Darmawan.
Antisipasi Cuaca Ekstrem dan Pemantauan Berkelanjutan
Menghadapi potensi cuaca ekstrem, PLN telah melakukan langkah-langkah antisipatif melalui asesmen dan pemeliharaan di seluruh lini operasi. Protokol anti-blackout juga disiapkan untuk memastikan respons cepat terhadap setiap potensi gangguan.
Koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi kunci. Informasi cuaca real-time kini terhubung langsung ke control center PLN, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat dalam mengantisipasi gangguan.
“Semuanya dalam kondisi yang prima. Seluruh maintenance sudah kami lakukan sebelumnya. Sehingga sepanjang periode Siaga Nataru tidak ada kegiatan pemeliharaan. Kemudian juga kami memastikan sistem distribusi dan sistem pelayanan pelanggan tetap berlangsung dengan optimal,” jelas Darmawan.
Periode Siaga Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan berlangsung hingga 8 Januari. Selama periode ini, PLN akan terus melakukan monitoring 24 jam penuh terhadap seluruh sistem kelistrikan. “Harapan kami adalah dalam periode Natal dan tahun baru ini, saudara-saudara kita bisa menikmati momen kebersamaan keluarga dengan nyaman, penuh kehangatan, dan kebahagiaan,” pungkasnya.






