Tim Nasional Indonesia U-23 menghadapi kenyataan pahit pada Sabtu, 10 Januari 2026. Setelah sempat menorehkan sejarah sebagai semifinalis di Piala Asia U-23 2024, kini Garuda Muda harus rela menjadi penonton di ajang Piala Asia U-23 2026. Sebuah paradoks yang memicu pertanyaan besar tentang arah perkembangan sepak bola usia muda di Tanah Air.
Kegagalan ini berawal dari babak Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Berbekal performa impresif dua tahun sebelumnya, Timnas U-23 menatap kualifikasi dengan optimisme tinggi. Namun, realitas di lapangan berkata lain. Dalam fase grup, Indonesia U-23 ditahan imbang oleh Laos, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pihak. Pukulan telak kemudian datang saat mereka tak berdaya menghadapi Korea Selatan di laga pamungkas. Kemenangan atas Makau menjadi satu-satunya raihan positif, namun tidak cukup untuk mengamankan tiket lolos ke putaran final.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Mengenang Kejayaan di Piala Asia U-23 2024
Situasi ini sangat kontras dengan perjalanan Timnas U-23 di Piala Asia U-23 2024 yang digelar di Qatar. Kala itu, dengan ekspektasi yang relatif minim, Garuda Muda justru tampil menggebrak. Setelah takluk dari tuan rumah Qatar di pertandingan perdana, mereka bangkit dengan mengalahkan dua tim kuat, Australia dan Yordania, di fase grup.
Perjalanan heroik berlanjut di perempat final, di mana Timnas U-23 berhasil menumbangkan raksasa sepak bola Asia, Korea Selatan. Sayangnya, langkah mereka terhenti di semifinal setelah kalah dari Uzbekistan. Di laga perebutan tempat ketiga, Indonesia U-23 juga harus mengakui keunggulan Irak. Meskipun gagal mencapai final, catatan Mureks menunjukkan, perjalanan Timnas U-23 di ajang tersebut menuai pujian luas, terutama karena daya juang luar biasa yang ditunjukkan sebagai satu-satunya wakil dari Asia Tenggara yang melaju sejauh itu.
Sorotan Media Vietnam: Kehilangan Identitas?
Kegagalan Timnas U-23 ini tak luput dari perhatian media asing, khususnya dari Vietnam. Salah satu media terkemuka Vietnam, The Thao 247, melontarkan sindiran tajam, menyebut Timnas U-23 telah “kehilangan identitas”. Sindiran ini diperkuat dengan fakta bahwa Vietnam sendiri tengah tampil “gacor” di fase grup Piala Asia U-23 2026, berhasil meraih kemenangan atas Yordania dan Kyrgyztan dalam dua laga awal mereka.
Dalam artikelnya, The Thao 247 menulis:
(Pada) 2025 menjadi kenangan pahit bagi sepak bola Indonesia, baik di level senior maupun U-23, mimpi Piala Dunia mereka hancur, dan kualifikasi ke kompetisi Eropa pupus. Mereka hilang identitas.
Kritikan ini, meskipun pedas, menjadi cerminan nyata dari paradoks yang dialami Timnas U-23. Perlu ada evaluasi mendalam dan pembenahan serius agar di edisi Piala Asia U-23 berikutnya, Garuda Muda tidak lagi hanya menjadi penonton.






