Olahraga

Dari Kuli Bangunan Menjadi Raja Gol Brasil: Kisah Perjuangan Igor Thiago di Liga Primer Inggris

Sejarah baru terukir di Gtech Community Stadium pada Kamis (8/1) dini hari WIB. Penyerang Brentford, Igor Thiago, berhasil mencetak dua gol ke gawang Sunderland, mengamankan kemenangan telak 3-0 untuk timnya. Lebih dari sekadar kemenangan, dua gol tersebut menahbiskan nama Thiago dalam buku sejarah Liga Primer Inggris sebagai pemain Brasil dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim.

Dengan total 16 gol di musim 2025/2026, Thiago secara resmi melampaui catatan para pendahulunya seperti Roberto Firmino, Gabriel Martinelli, dan Matheus Cunha. Pencapaian gemilang ini menjadi puncak dari perjalanan hidup yang luar biasa, bagi seorang pemuda yang pernah merasakan kerasnya hidup sebagai kuli bangunan demi menyambung hidup.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Biodata Singkat Igor Thiago

  • Nama Lengkap: Igor Thiago Nascimento Rodrigues
  • Tempat/Tanggal Lahir: Gama, Brasil, 26 Juni 2001
  • Posisi: Penyerang Tengah (Striker)
  • Klub Saat Ini: Brentford FC
  • Tinggi Badan: 191 cm
  • Kaki Dominan: Kanan

Perjalanan Karier: Tempaan Hidup yang Keras

Kisah Igor Thiago adalah definisi nyata dari perjuangan zero to hero. Lahir di Gama, Distrik Federal Brasil, Thiago harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan ayahnya saat baru berusia 13 tahun. Untuk membantu ibunya yang bekerja sebagai penyapu jalan, Thiago remaja terpaksa bekerja kasar, mulai dari membagikan pamflet hingga menjadi kuli bangunan.

“Saya tahu rasanya lapar dan lelah. Sepak bola bukan sekadar permainan bagi saya, itu adalah jalan keluar,” ujar Thiago dalam sebuah wawancara lawas. Mentalitas baja inilah yang ia bawa ke lapangan hijau, membentuk karakternya sebagai seorang pejuang.

Kariernya di dunia sepak bola dimulai dari akademi Cruzeiro, tempat ia menembus tim utama pada tahun 2020. Bakatnya kemudian membawanya merantau ke Eropa, bergabung dengan Ludogorets Razgrad di Bulgaria, sebelum akhirnya meledak bersama Club Brugge di Belgia. Di Belgia, ia mencetak 29 gol dalam 55 penampilan, performa yang membuat Brentford rela merogoh kocek sekitar £30 juta untuk memboyongnya ke London Barat.

Gaya Main: “Buldoser” di Kotak Penalti

Berbeda dengan stereotip penyerang Brasil yang kerap mengandalkan gocekan samba, Igor Thiago dikenal sebagai monster fisik di lapangan. Dengan tinggi 191 cm, ia adalah ancaman nyata dalam duel udara dan memiliki kemampuan hold-up play yang sangat dibutuhkan di Liga Primer Inggris.

Pelatih Brentford, Keith Andrews, memuji Thiago sebagai penyerang yang “mengintimidasi lawan”. Keunggulannya bukan hanya pada penyelesaian akhir, tetapi juga etos kerjanya yang tinggi dalam melakukan pressing—sebuah warisan kedisiplinan taktik selama bermain di Eropa Timur dan Belgia. Kombinasi fisik prima dan insting pembunuh inilah yang membuatnya sukses menggantikan peran Ivan Toney sebagai ujung tombak utama The Bees.

Rekor Gol Pemain Brasil dalam Satu Musim EPL

Mureks mencatat bahwa Igor Thiago kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak asal Brasil dalam satu musim Liga Primer Inggris. Berikut adalah perbandingan rekor gol Igor Thiago dengan para pendahulunya:

PemainKlubMusimJumlah Gol
Igor ThiagoBrentford2025/2026*16
Matheus CunhaWolverhampton2024/202515
Gabriel MartinelliArsenal2022/202315
Roberto FirminoLiverpool2017/201815

*Musim masih berjalan, data per 7 Januari 2026.

Dampak Musim 2025/2026

Musim ini menjadi pembuktian kualitas Thiago. Setelah sempat diganggu cedera lutut di awal kedatangannya, ia bangkit dengan performa sensasional. Momen kuncinya termasuk hattrick ke gawang Everton pada 4 Januari 2026, yang hanya berselang tiga hari sebelum ia memecahkan rekor saat melawan Sunderland.

Ketajamannya membawa Brentford bersaing di papan atas klasemen, mengejar tiket kompetisi Eropa yang sebelumnya dianggap mustahil. Dengan usia yang masih 24 tahun, Thiago kini digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang untuk posisi nomor 9 di Timnas Brasil, posisi yang selama ini menjadi perdebatan pascaera Ronaldo Nazario.

Referensi penulisan: mediaindonesia.com

Mureks