Manajemen KAFI Yogyakarta FC akhirnya buka suara mengenai kondisi terkini Dwi Pilihanto Nugroho, mantan pemainnya yang dijatuhi sanksi larangan beraktivitas di kancah sepak bola seumur hidup. Sanksi tersebut merupakan imbas dari aksi tendangan kungfu yang dilakukannya saat berlaga di Liga 4 Provinsi DIY.
“Kalau mas Dwi sekarang fokus menenangkan diri dulu,” kata Manajer KAFI, M. Hasanudin, saat dihubungi pada Kamis (8/1). Pernyataan Hasanudin ini sekaligus menjawab pertanyaan mengenai kemungkinan Dwi mengajukan banding atas sanksi yang ditetapkan Panitia Disiplin (Pandis) PSSI Asosiasi Provinsi (Asprov) DIY pada Rabu (7/1) malam.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Manajemen KAFI sendiri telah menyatakan legowo menerima keputusan Pandis tersebut. Sikap ini diambil dengan dasar menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dan ketaatan terhadap aturan yang berlaku. Pascakeputusan Pandis, klub juga telah resmi memberhentikan Dwi, yang dianggap terbukti bersalah melanggar aturan kode disiplin PSSI 2025.
“Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pemain dan pihak pihak yang terlibat dalam kancah sepakbola Tanah Air, dan tidak terulang kembali di kemudian hari,” tambah Hasanudin.
Menurut Mureks, insiden yang melibatkan Dwi Pilihanto ini bermula saat pertandingan Liga 4 DIY di Lapangan Sitimulyo pada Selasa (6/1). Dwi dinyatakan bersalah setelah mengangkat kaki terlalu tinggi dan mengarah ke muka pemain UAD FC, Amirul Muttaqin. Akibat pelanggaran tersebut, Pandis Asprov PSSI DIY tidak hanya menghukum Dwi dengan larangan beraktivitas seumur hidup di kompetisi sepak bola Indonesia, tetapi juga menetapkan denda sebesar Rp1 juta.
Tak hanya pemain, Asprov PSSI DIY juga memberikan sanksi kepada wasit yang memimpin pertandingan tersebut. Wasit yang bersangkutan hanya dievaluasi dan diberi pembinaan.
Kini, KAFI Jogja tengah berfokus penuh untuk menghadapi pertandingan final Liga 4 Provinsi DIY. Mereka akan berhadapan dengan Mataram Utama FC di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, pada Minggu (18/1) mendatang. Insiden yang menimpa Dwi Pilihanto diklaim tidak memengaruhi persiapan klub untuk laga pamungkas tersebut.
“Insyaallah tidak (memengaruhi), kemarin memang situasi kurang nyaman karena adanya peristiwa ini. Tapi sekarang dari manajemen, tim pelatih, dan pemain berusaha mengembalikan fokus pada tujuan awal dan menatap ke depan untuk meraih hasil yang terbaik di final,” pungkas Hasanudin.






