Olahraga

Martina Ayu Sabet Bonus Rp3,4 Miliar SEA Games 2025, Rizki Juniansyah Resmi Jadi Kapten TNI AL

Atlet triathlon putri Martina Ayu Pratiwi mencetak sejarah sebagai peraih bonus terbesar kontingen Indonesia pada gelaran SEA Games 2025. Total bonus yang diterimanya mencapai Rp3,441 miliar. Di sisi lain, lifter kebanggaan Indonesia, Rizki Juniansyah, juga resmi naik pangkat menjadi kapten TNI Angkatan Laut (AL) berkat prestasinya di ajang yang sama.

Selain dua kabar gembira tersebut, dunia sepak bola nasional juga diwarnai keputusan tegas PSSI yang menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada dua pemain Liga 4. Keputusan ini menjadi sorotan publik dalam upaya menjaga sportivitas di lapangan hijau.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Martina Ayu Pratiwi Raih Bonus Terbesar SEA Games 2025

Martina Ayu Pratiwi, atlet triathlon putri yang tampil gemilang di SEA Games 2025, menjadi perwakilan atlet pertama yang menerima bonus langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Penyerahan bonus bagi atlet dan pelatih peraih medali SEA Games 2025 ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (8/1).

Presiden Prabowo Subianto didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menyerahkan secara simbolis penghargaan tersebut. Martina Ayu tercatat sebagai atlet Indonesia tersukses di SEA Games 2025 dengan perolehan lima medali emas dan dua medali perak, sebuah pencapaian yang luar biasa.

Rizki Juniansyah Naik Pangkat Jadi Kapten TNI AL

Prestasi gemilang lifter Rizki Juniansyah di SEA Games 2025 juga berbuah manis. Ia resmi naik pangkat dua tingkat, dari letnan dua menjadi kapten TNI Angkatan Laut. Kenaikan pangkat ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam acara pembagian bonus di Istana Negara.

“Saya dapat laporan, Panglima TNI dengan gagah menaikkan pangkat atlet ini [Rizki Juniansyah] dua tingkat dari letnan dua langsung kapten,” kata Prabowo dalam pidatonya, mengapresiasi dedikasi dan prestasi Rizki.

PSSI Sanksi Seumur Hidup Dua Pemain Liga 4

Dalam dua hari beruntun, PSSI mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan sanksi seumur hidup kepada dua pemain Liga 4. Keputusan ini diambil setelah aksi brutal para pemain tersebut menjadi viral di media sosial. Mureks mencatat bahwa tindakan PSSI ini merupakan respons terhadap kebrutalan dalam permainan yang dinilai mencoreng sportivitas sepak bola nasional.

Sanksi larangan bermain seumur hidup ini diharapkan menjadi efek jera bagi para pelaku pelanggaran dan menjaga integritas kompetisi di Liga 4.

Mureks