Indonesia selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung talenta pemain profesional Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) terbaik di dunia. Namun, babak Wild Card M7 World Championship yang berlangsung pada Selasa, 06 Januari 2026, menghadirkan narasi berbeda. Turnamen akbar ini justru menyoroti kekuatan lain dari ekosistem esports tanah air: kemampuannya melahirkan pelatih kelas dunia.
Di fase Wild Card M7, tiga nama pelatih yang pernah meniti karier di Indonesia kini memimpin tim dari region berbeda. Mereka adalah Tezet (Boostgate Esports/Turki), Vren (Guangzhou Gaming/Tiongkok), dan FlySolo (Virtus Pro/EECA). Ketiganya menempa diri dalam lingkungan kompetitif MLBB Indonesia yang ketat sebelum membawa keahlian mereka ke panggung internasional.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pengalaman tersebut terbukti krusial. Ketiga pelatih ini sukses mengantarkan tim masing-masing meraih kemenangan meyakinkan 2-0 di laga pembuka Wild Card. Hasil ini langsung memosisikan mereka sebagai kandidat kuat untuk memperebutkan dua slot tersisa menuju Swiss Stage M7 World Championship.
Tezet: Dari AURA Fire ke Panggung Dunia
Di antara ketiganya, Tezet menjadi satu-satunya pelatih asal Indonesia yang berlaga di M7 Wild Card. Pelatih bernama asli Yosua Sanger ini berhasil membawa Boostgate Esports menembus M7 World Championship setelah finis sebagai runner-up MTC Türkiye Championship Season 6. Pencapaian ini merupakan peningkatan signifikan dibanding periode awal kepemimpinannya bersama Boostgate di skena MLBB Turki.
Nama Tezet sebelumnya mencuat di Indonesia ketika sukses membangkitkan AURA Fire dari masa sulit. Ia berhasil membawa tim tersebut finis di posisi ketiga MPL ID Season 9 dan 10, sebuah pencapaian terbaik AURA Fire sejak pertama kali berkompetisi di kasta tertinggi MLBB Indonesia. Setelah itu, Tezet melanjutkan perjalanan kepelatihannya bersama sejumlah tim lain hingga akhirnya berkarier di luar negeri.
Jejak Internasional FlySolo dan Vren
Fenomena ini menegaskan bahwa ekosistem MLBB Indonesia bukan sekadar “pabrik” talenta pemain, tetapi juga lahan subur bagi lahirnya pelatih-pelatih top berkelas internasional. Hal serupa juga tercermin dari perjalanan FlySolo dan Vren. Mureks mencatat bahwa, meskipun bukan warga negara Indonesia, pengalaman mereka di liga domestik sangat membentuk kapasitas kepelatihan mereka.
FlySolo, meski berkewarganegaraan Filipina, memulai karier kepelatihannya di Indonesia bersama PABZ Esports pada MDL ID Season 6, kemudian melanjutkan kiprah di Pendekar Esports. Meski belum meraih hasil optimal di Indonesia, keputusannya merantau justru membawa lonjakan karier. Ia sempat melatih Deus Vult (EECA), Todak (MPL MY), dan See You Soon (MPL KH), sebelum akhirnya bergabung dengan Virtus Pro pada Mei 2025 dan bertahan hingga kini.
Sementara itu, Vren memulai karier sebagai pelatih di MPL PH Season 9 bersama TNC Pro Team. Pengalamannya di Indonesia dimulai saat direkrut Bigetron Esports pada MPL ID Season 10. Setelah itu, ia kembali ke Filipina bersama BREN Esports, dan kembali lagi ke Indonesia untuk melatih RRQ Hoshi di MPL ID Season 13. Pengalaman tersebut, meski belum mencapai puncak prestasi bersama tim-tim Indonesia, menjadi bekal berharga dalam perjalanan kariernya.
Kini, baik FlySolo maupun Vren telah membuktikan kapasitas mereka di level global. Dari sosok yang sempat diragukan, keduanya berkembang menjadi pelatih yang mampu memberi dampak nyata di lintas region. Menarik untuk menantikan bagaimana kiprah ketiga pelatih ini di babak Wild Card M7, terlebih mereka kembali bersaing di Indonesia sebagai panggung yang pernah membentuk mereka.
Dengan hanya dua tiket menuju Swiss Stage M7 World Championship yang tersedia dan delapan tim masih bertarung, persaingan dipastikan berlangsung sengit hingga akhir. Para pelatih ini akan terus mengadu strategi demi meraih posisi terbaik.






