CrowdStrike, perusahaan keamanan siber terkemuka, mengumumkan akuisisi terhadap startup keamanan identitas SGNL senilai sekitar 740 juta dolar AS. Kesepakatan yang sebagian besar dibayar tunai ini bertujuan untuk memperkuat pertahanan CrowdStrike terhadap ancaman siber yang didukung kecerdasan buatan (AI), khususnya dalam pengelolaan akses identitas manusia, non-manusia, dan AI.
Akuisisi ini, yang masih menunggu persetujuan regulasi, diperkirakan akan rampung pada akhir April 2026, atau kuartal pertama tahun fiskal 2027 CrowdStrike. Langkah strategis ini diambil di tengah proyeksi pertumbuhan pesat pasar keamanan identitas global.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Pasar Keamanan Identitas Melonjak di Era AI
Menurut data dari IDC, pasar keamanan identitas diproyeksikan akan hampir berlipat ganda, dari 29 miliar dolar AS pada tahun 2025 menjadi 56 miliar dolar AS pada tahun 2029. Peningkatan ini didorong oleh semakin banyaknya tenaga kerja berbasis agen AI yang menuntut pendekatan baru dalam manajemen identitas.
George Kurtz, CEO CrowdStrike, menegaskan pentingnya langkah ini. “Agen AI beroperasi dengan kecepatan dan akses super-manusia, menjadikan setiap agen sebagai identitas istimewa yang harus dilindungi,” ujar Kurtz. “Kami mendisrupsi premis hak istimewa dan akses modern – untuk setiap identitas, baik manusia maupun mesin. Ini adalah keamanan identitas yang dibangun untuk era AI.”
Prinsip keamanan generasi berikutnya yang diusung CrowdStrike akan berlandaskan pada kontrol akses waktu nyata, menggantikan hak istimewa yang statis dan permanen. SGNL sendiri telah memiliki teknologi yang secara berkelanjutan mengevaluasi identitas pengguna serta sinyal perilaku dan risiko.
Scott Kriz, CEO SGNL, menyambut baik akuisisi ini. “Dunia membutuhkan teknologi kami untuk membasmi risiko signifikan yang diekspos oleh hak istimewa statis warisan di lingkungan saat ini dan masa depan,” kata Kriz. “Bergabung dengan CrowdStrike memberi kami skala global secara alami melalui platform keamanan siber terkemuka untuk mentransformasi keamanan perusahaan.”
Meskipun sempat mengalami insiden pada tahun 2024 yang memengaruhi harga saham, catatan Mureks menunjukkan bahwa saham CrowdStrike terus menguat, seiring dengan peningkatan pendapatan perusahaan yang naik hampir sepertiga pada tahun fiskal penuh terakhirnya.
Seluruh staf SGNL diharapkan akan tetap dipertahankan di bawah kepemilikan baru ini, memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terkait dengan transaksi tersebut.






