Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, meningkatkan pengawasan dan pemantauan di sejumlah wilayah. Langkah ini diambil menyusul peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengenai potensi cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang diperkirakan melanda Cianjur dalam beberapa hari ke depan.
Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, pada Jumat (9/1) menjelaskan bahwa BMKG telah mengeluarkan peringatan cuaca yang mencakup seluruh wilayah Cianjur, dari utara hingga selatan, dengan intensitas hujan deras dan angin kencang yang merata. Asep Sudrajat secara tegas meminta masyarakat yang bermukim di daerah rawan bencana, khususnya Cianjur selatan, untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
“Kami meminta masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana terutama Cianjur selatan selalu meningkatkan kewaspadaan karena sebagian besar wilayah Cianjur masuk dalam zona merah tertinggi bencana alam,” ujarnya.
Beberapa kecamatan yang diidentifikasi sering dilanda bencana alam seperti banjir, tanah longsor, hingga pergeseran tanah saat hujan deras meliputi Cidaun, Singangbarang, Agrabinta, dan Campaka. Selain itu, wilayah seperti kawasan Puncak, Cipanas-Cianjur, Jalan Raya Bandung-Cianjur, dan area Cianjur kota juga diwaspadai karena kerap terjadi pohon tumbang akibat angin kencang.
“Ini harus menjadi perhatian masyarakat di seluruh wilayah Cianjur untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, termasuk pengendara agar melintas dengan aman dan nyaman mematuhi anjuran petugas,” tambah Asep.
Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri telah menetapkan status darurat bencana hingga April 2026. Dalam ringkasan Mureks, status ini menggarisbawahi keseriusan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi ancaman bencana. Untuk mendukung kesiapsiagaan, puluhan petugas dan 360 relawan telah disiagakan.
Mereka bertugas melakukan pengawasan, pemantauan, dan pelaporan situasi di area kerja masing-masing. Koordinasi erat juga dijalin dengan TNI/Polri, serta aparat desa dan kecamatan untuk penanganan bersama. Meskipun berharap tidak ada bencana, kesiapsiagaan tetap menjadi prioritas.
“Kami berharap tidak ada bencana alam yang terjadi, namun kesiapsiagaan tetap dilakukan guna penanganan cepat termasuk melakukan evakuasi guna menghindari korban jiwa,” pungkas Asep Sudrajat.




