Washington DC – Badan intelijen pusat Amerika Serikat (AS), CIA, menyimpulkan bahwa para loyalis senior Presiden Venezuela Nicolas Maduro, termasuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez, merupakan sosok paling tepat untuk memimpin negara itu guna menjaga stabilitas. Penilaian ini muncul setelah Maduro digulingkan dan ditangkap.
Kesimpulan tersebut, menurut pantauan Mureks, tertuang dalam penilaian rahasia CIA yang disampaikan kepada Presiden Donald Trump. Informasi ini diungkapkan oleh dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, namun enggan disebut identitasnya, kepada Reuters pada Selasa (6/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Kedua sumber itu juga mengonfirmasi laporan serupa yang sebelumnya diterbitkan oleh eksekutif media terkemuka Wall Street Journal (WSJ).
Disebutkan bahwa Presiden Trump telah diberi pengarahan mengenai laporan tersebut, dan informasi itu juga dibagikan kepada tim keamanan nasional seniornya yang berjumlah kecil.
Penilaian CIA ini, menurut kedua sumber, menjadi salah satu alasan utama mengapa Trump memutuskan untuk mendukung Rodriguez, alih-alih pemimpin oposisi Maria Corina Machado.
Gedung Putih menolak untuk mengonfirmasi laporan spesifik tersebut. Namun, Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menanggapi pertanyaan terkait laporan itu dengan menyatakan, “Presiden Trump secara rutin diberi pengarahan tentang dinamika politik domestik di seluruh dunia.”
Leavitt menambahkan, “Presiden dan tim keamanan nasionalnya membuat keputusan realistis untuk pada akhirnya memastikan Venezuela selaras dengan kepentingan Amerika Serikat, dan menjadi negara yang lebih baik bagi rakyat Venezuela.”
Sementara itu, Delcy Rodriguez telah resmi dilantik sebagai presiden sementara oleh parlemen Venezuela pada Senin (5/1) waktu setempat.
Pelantikan ini terjadi hanya dua hari setelah pasukan AS menangkap Nicolas Maduro untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme.
Dalam seremoni sumpah jabatan di Majelis Nasional Venezuela, seperti dilansir AFP, Rodriguez menyatakan kepada para anggota parlemen bahwa ia melakukannya “atas nama seluruh rakyat Venezuela.”
Rodriguez juga telah mengindikasikan kesediaannya untuk bekerja sama dengan AS. Ini sejalan dengan pernyataan pemerintahan Trump yang menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan sisa pemerintahan Maduro, selama tujuan Washington terpenuhi.
Tujuan utama AS adalah membuka akses investasi ke cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar.
Sebelumnya, Trump sempat memperingatkan bahwa Rodriguez bisa menghadapi nasib yang lebih buruk dari Maduro jika ia gagal mematuhi tuntutan AS terkait reformasi kebijakan dan akses minyak.






