Perusahaan Stadion Malaysia (PSM) memastikan insiden kebocoran atap dan kondensasi yang sempat mengganggu gelaran Malaysia Open serta Malaysia Masters tahun lalu tidak akan terulang pada edisi Malaysia Open 2026. Turnamen bulutangkis bergengsi ini dijadwalkan dimulai pada Selasa, 6 Januari 2026.
CEO PSM, Ilyas Jamil, menyatakan bahwa penggantian atap lama di Axiata Arena, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, telah rampung sepenuhnya. Menurut Ilyas, serangkaian pengujian juga telah dilakukan menjelang pembukaan Malaysia Open 2026.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
“Pekerjaan perbaikan atap telah selesai. Apa yang terjadi selama Malaysia Masters tahun lalu disebabkan oleh masalah kondensasi, tetapi kami telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan masalah tersebut tidak terjadi lagi,” ujar Ilyas kepada Bernama baru-baru ini. Ia menambahkan, “Insya-Allah, kami telah melakukan pengujian beberapa minggu yang lalu dan kami yakin masalah yang sama tidak akan terjadi tahun ini.”
Insiden kebocoran atap di Axiata Arena sempat menjadi sorotan saat babak pertama Malaysia Open 2025 berlangsung. Tetesan air yang masuk ke dalam arena kala itu memaksa beberapa pertandingan dihentikan sementara waktu.
Masalah serupa juga terjadi selama Malaysia Masters, meskipun Mureks mencatat bahwa penyebabnya adalah kondensasi, bukan kebocoran atap seperti pada Malaysia Open.
Malaysia Open 2026, yang merupakan turnamen pembuka musim World Tour Super 1000, akan berlangsung dari 6 hingga 11 Januari mendatang. Ajang ini menawarkan total hadiah uang yang fantastis, mencapai USD 1.450.000 atau setara sekitar 23,9 miliar rupiah, di Axiata Arena Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia.
Tuan rumah berharap tidak ada kendala berarti hingga kompetisi selesai, demi menjaga reputasi sebagai penyelenggara turnamen internasional.






