Teknologi

CEO AMD Lisa Su Umumkan Era ‘YottaScale’ untuk AI, Butuh Daya Komputasi 10.000 Kali Lipat

CEO Advanced Micro Devices (AMD), Dr. Lisa Su, menyatakan dunia kecerdasan buatan (AI) akan segera memasuki era baru yang disebut ‘YottaScale’. Pernyataan ini disampaikan dalam pidato utamanya di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 pada Rabu, 07 Januari 2026.

Menurut Dr. Su, kebutuhan daya komputasi untuk AI akan meningkat secara eksponensial. Ia memprediksi bahwa dunia akan membutuhkan hingga 10 YottaFLOPS (satu diikuti 24 angka nol) pada akhir dekade ini. Angka ini sekitar 10.000 kali lipat dari total daya komputasi AI global yang tercatat pada tahun 2022, yang kala itu sekitar satu zettaflop (satu diikuti 21 angka nol).

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Era Baru Komputasi AI

Dr. Lisa Su mengakui bahwa saat ini belum tersedia cukup daya komputasi untuk memenuhi semua potensi aplikasi AI yang diinginkan banyak orang. “There’s just never, ever been anything like this in the history of computing,” ujarnya, menggambarkan skala perubahan yang terjadi.

Untuk mengatasi tantangan ini, AMD telah merancang strategi masa depan yang berfokus pada sistem terintegrasi. Pendekatan ini akan menyatukan CPU, GPU, jaringan, dan perangkat lunak agar dapat bekerja bersama secara efisien dalam menskalakan infrastruktur AI.

Mureks mencatat bahwa visi AMD ini sejalan dengan tren industri yang semakin mengarah pada solusi komputasi terpadu untuk mendukung beban kerja AI yang kompleks.

AI sebagai Prioritas Utama AMD

Dr. Su menegaskan komitmen perusahaannya terhadap teknologi AI. “AI is the most important technology of the last 50 years, and I can say it’s absolutely our number one priority at AMD,” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa dampak AI sudah terasa di berbagai sektor industri. “It’s already touching every major industry, whether you’re going to talk about health care or science or manufacturing or commerce, and we’re just scratching the surface, AI is going to be everywhere over the next few years. And most importantly, AI is for everyone,” jelasnya.

Dalam pidato kuncinya, Dr. Su turut memperkenalkan sejumlah produk baru AMD. Ini termasuk generasi chip AI berikutnya seperti GPU MI455, CPU EPYC Venice, dan solusi skala rak AI Helios. Produk-produk ini diharapkan membawa lompatan besar dalam hal kinerja dan efisiensi komputasi.

Mureks