Produsen audio terkemuka, Bose, mengumumkan akan menghentikan layanan berbasis cloud untuk lini speaker SoundTouch mereka mulai Mei 2026. Namun, kabar baiknya, Bose memastikan bahwa speaker SoundTouch yang telah beredar sejak 2013 itu tidak akan “mati” atau tidak berfungsi total, melainkan tetap dapat digunakan melalui konektivitas lain.
Keputusan ini diambil setelah 13 tahun SoundTouch beroperasi. Pihak Bose menjelaskan alasan di balik penghentian ini. “Kami tidak lagi dapat mempertahankan pengembangan dan dukungan infrastruktur cloud yang menggerakkan produk generasi lama ini,” demikian pernyataan dari Bose.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Alih-alih membuat perangkat yang ada menjadi usang, Bose telah menyediakan informasi lengkap mengenai cara agar pengguna tetap dapat memanfaatkan speaker mereka. Speaker SoundTouch akan terus berfungsi melalui koneksi Bluetooth dan AirPlay. Selain itu, Bose juga telah menerbitkan Application Programming Interface (API) bagi pengembang aplikasi pihak ketiga, memungkinkan mereka untuk menambahkan fitur SoundTouch ke dalam aplikasi mereka.
Fungsi Tetap Terjaga dengan Adaptasi
Speaker SoundTouch mandiri yang dilengkapi koneksi Bluetooth dan Aux akan tetap berfungsi normal. Sementara itu, produk home theater SoundTouch akan terus terhubung melalui koneksi HDMI atau optik. Meskipun fitur streaming SoundTouch akan dihentikan, layanan seperti AirPlay dan Spotify Connect dipastikan akan tetap berfungsi.
Bose memberikan pemberitahuan yang cukup panjang kepada para pelanggannya. Pengumuman awal mengenai penutupan server telah disampaikan pada Oktober 2025. Dalam pembaruan terbaru pada Januari 2026, perubahan ini diundur hingga Mei 2026. Setelah tanggal tersebut, aplikasi SoundTouch akan diperbarui ke versi yang mendukung fungsi-fungsi utama tanpa bergantung pada cloud.
Menurut pantauan Mureks, dengan versi aplikasi terbaru, pengguna masih dapat mengontrol sistem yang berada dalam jaringan Wi-Fi yang sama dengan ponsel mereka. Fungsi pengaturan, konfigurasi, kontrol jarak jauh, dan pengelompokan sistem melalui aplikasi akan tetap tersedia. Namun, penjelajahan layanan musik dan inisiasi konten dari dalam aplikasi SoundTouch tidak akan lagi berfungsi.
Sebagai gantinya, pengguna disarankan untuk mengunduh aplikasi layanan musik favorit mereka (seperti TuneIn, Pandora, dll.) dan mengirimkan audio ke sistem SoundTouch melalui AirPlay, Bluetooth, atau AUX. Bagi pengguna Spotify, konten dapat dialirkan ke sistem SoundTouch menggunakan Spotify Connect langsung dari dalam aplikasi Spotify.
Langkah Pro-Konsumen yang Berbeda dari Kompetitor
Langkah yang diambil Bose ini mendapat apresiasi karena pendekatannya yang pro-konsumen. Catatan Mureks menunjukkan, praktik ini berbeda dengan beberapa kasus di industri teknologi sebelumnya. Sebagai contoh, Sonos sempat memicu kontroversi pada 2019 ketika awalnya mengharuskan pelanggan untuk membuat speaker lama mereka “tidak berfungsi” agar memenuhi syarat diskon peningkatan. Demikian pula, penutupan total Spotify Car Thing pada 2024 juga menimbulkan kekecewaan, meskipun pemilik ditawari pengembalian dana penuh.
Keputusan Bose untuk tidak “mematikan” perangkat SoundTouch yang sudah ada mengirimkan pesan penting kepada calon pembeli speaker pintar mengenai nilai-nilai perusahaan. Ini menunjukkan komitmen Bose untuk mendukung produknya bahkan setelah layanan cloud terkait dihentikan, memberikan jaminan jangka panjang bagi investasi konsumen pada perangkat audio mereka.






