Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis daftar 13 segmen megathrust di Indonesia yang berpotensi memicu gempa bumi dengan magnitudo besar. Peringatan ini disampaikan menyusul tingginya aktivitas seismik sepanjang tahun 2025, di mana 43.439 kejadian gempa tercatat mengguncang Tanah Air.
Dari jumlah tersebut, 25 kejadian gempa menyebabkan kerusakan signifikan di berbagai daerah. Meski demikian, BMKG memastikan rentetan gempa di Indonesia tidak berkaitan dengan gempa megathrust Nankai berkekuatan M7,1 yang terjadi di Jepang Selatan pada 8 Agustus 2024.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan bahwa tingginya aktivitas seismik di Indonesia merupakan karakteristik alami wilayah cincin api Pasifik. “Tidak ada sama sekali hubungan antara gempa di Jepang dan gempa di Indonesia, karena gempa di wilayah kita memang tergolong sering terjadi,” ujar Daryono, Minggu (4/1).
Mengacu pada Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017, tim redaksi Mureks mencatat bahwa BMKG telah mengidentifikasi 13 segmen megathrust yang berpotensi memicu gempa besar di berbagai daerah. Pemetaan ini menjadi panduan penting dalam mitigasi bencana.
Daftar Segmen Megathrust Berpotensi Gempa Besar
Berikut adalah pemetaan wilayah megathrust beserta potensi magnitudonya yang dirilis BMKG:
-
Megathrust Mentawai–Pagai: Segmen ini memiliki potensi gempa hingga magnitudo 8,9. Wilayah ini berada di lepas pantai Sumatera Barat dan dikenal aktif secara tektonik.
-
Megathrust Enggano: Megathrust Enggano berpotensi memicu gempa berkekuatan M8,4. Lokasinya berada di barat daya Bengkulu dan menjadi salah satu zona subduksi aktif.
-
Megathrust Selat Sunda: Segmen Selat Sunda memiliki potensi gempa hingga M8,7. Wilayah ini berisiko tinggi karena berdekatan dengan jalur pelayaran dan kawasan padat penduduk.
-
Megathrust Jawa Barat – Jawa Tengah: Segmen ini berpotensi menghasilkan gempa berkekuatan M8,7. Ancaman gempa di wilayah ini berisiko besar mengingat tingginya konsentrasi penduduk di Pulau Jawa.
-
Megathrust Jawa Timur: Potensi gempa di segmen Jawa Timur mencapai M8,7. Zona ini membentang di selatan Pulau Jawa dan berpotensi memicu gempa besar serta tsunami.
-
Megathrust Sumba: Megathrust Sumba diperkirakan mampu menghasilkan gempa hingga M8,5. Aktivitas subduksi di wilayah ini terus dipantau karena kedekatannya dengan permukiman pesisir.
-
Megathrust Aceh – Andaman: Segmen ini memiliki potensi gempa terbesar dengan magnitudo hingga M9,2. Wilayah Aceh–Andaman dikenal sebagai sumber gempa besar dan tsunami dahsyat di masa lalu.
-
Megathrust Nias – Simeulue: Potensi gempa di segmen ini mencapai M8,7. Kawasan ini pernah mengalami gempa besar yang berdampak luas terhadap infrastruktur dan masyarakat.
-
Megathrust Batu: Megathrust Batu memiliki potensi gempa hingga M7,8. Meski lebih kecil dibanding segmen lain, wilayah ini tetap masuk kategori berisiko tinggi.
-
Megathrust Mentawai – Siberut: Segmen Mentawai–Siberut diperkirakan mampu memicu gempa hingga M8,9. Zona ini menjadi perhatian utama karena sejarah gempa kuat yang berulang.
Pemetaan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi dan tsunami di masa mendatang.






