Bhayangkara FC sukses mengamankan tiga poin krusial setelah menundukkan Dewa United dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-16 Super League. Laga yang berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda pada Senin (5/1) sore itu diwarnai drama kartu merah, namun skuat asuhan Paul Munster mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Pertandingan berjalan alot sejak menit awal dengan kedua tim saling jual beli serangan. Dewa United, yang dijuluki “Anak Dewa”, mendominasi penguasaan bola namun tumpul di lini depan. Di sisi lain, Bhayangkara tampil lebih efektif mengandalkan skema serangan balik cepat.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-42. Fareed Sadat berhasil menyambar umpan matang dari Moises Wolschick melalui sundulan keras yang tak mampu dihalau kiper Sonny Stevens, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, petaka menghampiri Bhayangkara FC pada menit ke-51. Wahyu Subo Seto harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran keras terhadap Edo Febriansyah. Insiden ini membuat Bhayangkara harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Unggul jumlah pemain, Dewa United praktis mengepung pertahanan Bhayangkara. Gempuran bertubi-tubi dilancarkan melalui aksi-aksi berbahaya dari Egy Maulana Vikri, Stefano Lilipaly, hingga Rafael Struick. Namun, penampilan gemilang Aqil Savik di bawah mistar gawang serta disiplinnya lini belakang Bhayangkara membuat setiap peluang Alex Martins dan kolega mentah berkali-kali. Mureks mencatat bahwa pertahanan Bhayangkara menunjukkan soliditas luar biasa di bawah tekanan.
Laga sempat memanas di masa injury time ketika Rafael Struick terlibat friksi dengan Ilija Spasojevic. Insiden tersebut memicu ketegangan antar-pemain dan ofisial di pinggir lapangan, yang berujung pada kartu merah untuk Struick. Skor 1-0 tetap bertahan, memastikan kemenangan krusial bagi tim Bhayangkara FC.






