Tren

Belasan Ponsel dan Tablet Xiaomi Dipastikan Tak Lagi Terima Pembaruan Sistem Mulai Tahun Ini

Sejumlah perangkat ponsel dan tablet besutan Xiaomi dipastikan tidak akan lagi menerima pembaruan (update) perangkat lunak mulai tahun 2026. Kebijakan ini menandai berakhirnya dukungan resmi untuk sistem operasi (OS) Android, HyperOS, serta patch keamanan bagi model-model tersebut.

Menurut pantauan Mureks dari situs resmi Xiaomi, total ada 13 perangkat yang akan memasuki masa End of Life (EOL) tahun ini. Dua di antaranya adalah ponsel flagship Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro, yang dijadwalkan memasuki EOL pada Maret 2026.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Daftar Perangkat Xiaomi yang Memasuki EOL 2026

Selain dua model tersebut, beberapa perangkat Xiaomi 12 Series lainnya juga akan menyusul. Xiaomi 12 Lite akan memasuki EOL pada Juli, sementara Xiaomi 12T dan Xiaomi 12T Pro pada Oktober 2026.

Penghentian pembaruan ini dinilai wajar oleh tim redaksi Mureks, mengingat usia perangkat-perangkat tersebut yang sudah mendekati empat tahun sejak peluncuran awalnya pada 2022. Kala itu, Xiaomi hanya menjamin pembaruan OS hingga tiga tahun dan pembaruan keamanan hingga empat tahun.

Tidak hanya seri flagship, beberapa perangkat Xiaomi dari segmen kelas bawah dan menengah juga akan berhenti mendapatkan pembaruan tahun ini. Berikut daftar lengkap perangkat Xiaomi yang akan memasuki masa EOL pada 2026:

  • Xiaomi 12 – EOL Maret 2026
  • Xiaomi 12 Pro – EOL Maret 2026
  • Xiaomi 12 Lite – EOL Juli 2026
  • Xiaomi 12T – EOL Oktober 2026
  • Xiaomi 12T Pro – EOL Oktober 2026
  • Redmi Note 12 5G – EOL Maret 2026
  • Redmi Note 12 Pro 4G – EOL April 2026
  • Redmi 12C – EOL Maret 2026
  • Redmi 13C – EOL November 2026
  • Redmi A2 – EOL Maret 2026
  • Redmi A2 Plus – EOL Maret 2026
  • Redmi Pad SE 8.7 – EOL Agustus 2026
  • Redmi Pad SE 8.7 4G – EOL Agustus 2026

Dampak Penghentian Pembaruan pada Pengguna

Perangkat yang telah memasuki status EOL sebenarnya masih dapat berfungsi normal untuk aktivitas dasar seperti panggilan, pesan, media sosial, atau gaming. Namun, risiko terbesar yang dihadapi pengguna adalah terkait keamanan.

Tanpa adanya patch keamanan terbaru, perangkat menjadi lebih rentan terhadap celah (bug) dan potensi serangan siber. Dalam jangka panjang, aplikasi-aplikasi yang sensitif terhadap keamanan, seperti mobile banking atau dompet digital, mungkin akan menandai perangkat tersebut sebagai “tidak aman” dan membatasi aksesnya.

Oleh karena itu, pengguna ponsel dan tablet Xiaomi yang masuk dalam daftar EOL tahun 2026 sangat disarankan untuk mulai mempertimbangkan peningkatan perangkat (upgrade) atau setidaknya meningkatkan kewaspadaan dalam penggunaan aplikasi yang menyimpan data penting. Mureks mencatat bahwa meskipun ponsel masih dapat digunakan, “masa pakai” perangkat tersebut secara efektif telah berakhir dari segi dukungan keamanan dan fungsionalitas optimal untuk aplikasi modern.

Mureks