Kemenangan Barcelona atas Espanyol dalam derby Catalunya akhir pekan lalu menyisakan evaluasi mendalam di kubu Blaugrana. Meski skor berpihak pada Barcelona, suasana di ruang ganti lebih diwarnai rasa lega ketimbang euforia perayaan. Laga yang sulit itu, menurut pantauan Mureks, justru menyoroti performa gemilang seorang pemain lawan: Carlos Romero.
Performa Gemilang Bek Kiri Espanyol
Bek kiri berusia 24 tahun itu, yang dipinjam Espanyol dari Villarreal hingga akhir musim, tampil luar biasa. Ia mengemban tugas berat untuk meredam Lamine Yamal, salah satu talenta paling eksplosif di sepak bola Eropa saat ini. Hasilnya sangat impresif: Romero berhasil menuntaskan 90 menit pertandingan tanpa melakukan satu pun pelanggaran.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Tak hanya itu, Romero juga mampu bertahan dengan solid dalam duel satu lawan satu melawan Yamal. Meskipun ada beberapa momen ia mendapat bantuan dari rekan setimnya, secara umum Romero menunjukkan konsistensi dan kekuatan sejak menit awal hingga akhir pertandingan. Ia tidak hanya kuat dalam bertahan, tetapi juga aktif membantu serangan, kerap merepotkan sisi kanan pertahanan Barcelona.
Ancaman dari Sektor Kiri dan Statistik Impresif
Melalui sektor kiri yang dikawal Romero, Espanyol beberapa kali berhasil menciptakan ancaman serius. Salah satu umpan silang akurat dari Romero bahkan nyaris berbuah gol, memaksa kiper Barcelona, Joan Garcia, melakukan penyelamatan gemilang atas sundulan Pere Milla. Di babak kedua, Romero hampir mencatatkan namanya di papan skor melalui sepakan kaki kanan dari dalam kotak penalti, namun lagi-lagi digagalkan oleh kiper lawan.
Pelatih Espanyol, Manolo Gonzalez, tampak menyadari betul potensi besar Romero dalam laga krusial ini. Mureks mencatat bahwa Romero menjadi pemain Espanyol dengan keterlibatan terbanyak di laga tersebut, mencatat 54 aksi. Ia juga melakukan lima recovery bola, menjadikannya terbanyak kedua di tim, serta memenangkan setengah dari duel defensifnya. Statistik ini menegaskan peran vitalnya di kedua fase permainan, baik menyerang maupun bertahan.
Masa Depan Romero dan Ketertarikan Barcelona
Penampilan gemilang di derby Catalunya ini hanya mempertegas tren positif yang ditunjukkan Romero dalam beberapa bulan terakhir. Ia telah menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam bertahan, sekaligus konsistensi dalam memberikan ancaman dari sisi sayap. Sebelumnya, Romero juga sempat mencuri perhatian publik lewat gol spektakuler yang ia lesakkan ke gawang Athletic Bilbao.
Perkembangan ini menempatkan Villarreal di persimpangan jalan menjelang bursa transfer musim panas mendatang. Romero masih terikat kontrak hingga 2029, namun persaingan di posisi bek kiri cukup ketat dengan kehadiran nama-nama seperti Sergi Cardona dan Alfonso Pedraza. Klub harus segera menentukan apakah Romero akan menjadi bagian penting dari proyek jangka panjang mereka atau kembali dilepas. Sementara itu, Espanyol tentu memiliki alasan kuat untuk mempertahankan kontribusi sang bek sebagai pilar utama tim.
Performa impresif Romero ternyata tidak luput dari perhatian rival sekota. Penampilannya di derby membuat namanya masuk dalam radar Barcelona. Secara teori, posisi bek kiri di skuad Blaugrana tergolong aman, namun ketertarikan ini dibayangi kendala besar: klausul rilis Romero senilai 45 juta euro, atau sekitar 780 miliar rupiah. Nilai fantastis ini membuat kekaguman Barcelona harus disertai kehati-hatian ekstra dalam upaya merekrutnya.
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






