Kota Padang, Sumatera Barat, kembali dilanda banjir pada Jumat (2/1/2026) setelah diguyur hujan deras sejak pagi. Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian bervariasi, memaksa Kantor Pertolongan dan Pencarian (SAR) Padang mengerahkan personelnya untuk mengevakuasi warga yang terjebak di dalam rumah.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, memastikan bahwa proses evakuasi berlangsung intensif. “Proses evakuasi terus dilakukan bagi warga yang terjebak musibah banjir di Padang menggunakan perahu karet,” ujar Abdul Malik di Padang, Sabtu (3/1/2026).
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Evakuasi menggunakan perahu karet ini berlangsung dramatis, terutama di kawasan Tabiang Banda Gadang, Nanggalo. Warga tidak dapat bergerak bebas akibat genangan air yang tinggi di lingkungan pemukiman, sehingga mereka memilih bertahan di dalam rumah demi keselamatan. Setelah berhasil dievakuasi, warga langsung dibawa ke tempat yang lebih aman oleh personel SAR.
Mureks mencatat bahwa curah hujan tinggi sejak Jumat pagi menjadi pemicu utama meluapnya sungai-sungai di Padang, yang kemudian menggenangi pemukiman warga.
Proses evakuasi oleh Tim SAR Padang berlanjut hingga Jumat malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah Tabiang Banda Gadang, tim juga menyisir perumahan Hannah Asri di Lubuk Buaya Padang yang turut terdampak banjir. Selain itu, evakuasi juga dilakukan di berbagai lokasi lain seperti Dadok Tunggul Hitam, Kurao Pagang, Pasar Lalang Belimbing, dan Pauh.
Upaya penanganan banjir ini melibatkan berbagai pihak, tidak hanya personel SAR Padang, tetapi juga BPBD Padang, Satpol-PP, TNI, Polri, Komunitas Siaga Bencana (KSB), Dubalang Pemkot Padang, relawan, dan Pramuka. Hingga Jumat malam pukul 19.40 WIB, hujan masih mengguyur dengan intensitas sedang hingga lebat, dan pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.






