Tren

Azkiave, Kreator Konten 19 Tahun yang Nikah Muda, Soroti ‘Extended Adolescence’ dan Gaya Hidup Gen Z

Media sosial kembali diramaikan oleh sosok kreator konten muda, Azkiave, yang belakangan menjadi perbincangan hangat. Pemilik nama lengkap Azkia Vidiana Putri ini dikenal sebagai pebisnis sekaligus kreator berusia 19 tahun yang aktif membagikan pandangan hidupnya melalui akun Instagram dan TikTok @azkiave. Sejumlah unggahan Azkiave memicu polemik luas, terutama terkait pilihan hidupnya yang dinilai tidak lazim oleh sebagian publik.

Keputusan Azkiave untuk menikah di usia muda dengan pria berusia 29 tahun menjadi titik awal sorotan netizen. Tak berhenti di situ, pandangannya mengenai kedewasaan, Generasi Z, pendidikan, hingga gaya penyampaiannya turut memicu pro dan kontra di jagat maya.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Pernikahan Dini di Usia 19 Tahun Picu Perdebatan

Nama Azkiave mulai mencuat setelah ia secara terbuka membagikan kisah pernikahannya di usia 19 tahun. Keputusan tersebut menuai beragam reaksi, mulai dari dukungan hingga kritik tajam. Dalam salah satu unggahannya, Azkiave menilai adanya pola pikir yang menurutnya membuat anak muda terus merasa belum siap memikul tanggung jawab besar.

“Stop normalisasi ‘Dewasa yang Terlambat’. Sadar nggak? Kita dikondisikan untuk merasa belum siap terus. Umur 19 dibilang bocah. Umur 22 dibilang baru lulus. Umur 25 dibilang baru nyoba kerja. Akhirnya? Kita terlena, kita menunda tanggung jawab besar (berkarya) atas nama masih muda,” tulis Azkiave di TikToknya, dikutip Selasa 6 Januari 2026.

Pernyataan tersebut dinilai inspiratif oleh sebagian warganet, namun tak sedikit pula yang menilai pernikahan dini tidak dapat dijadikan tolok ukur kesiapan semua anak muda. Mureks mencatat bahwa perdebatan ini terus bergulir, menyoroti perbedaan pandangan mengenai kemandirian dan tanggung jawab di usia muda.

Kritik Terhadap Gaya Hidup Generasi Z

Kontroversi kembali mencuat saat Azkiave mengunggah pandangannya mengenai Generasi Z. Ia menilai narasi “masih muda” kerap dijadikan alasan untuk menghindari tanggung jawab besar. Pendapat tersebut dianggap menyudutkan karena dinilai menggeneralisasi kondisi generasi muda yang memiliki latar belakang dan tantangan yang berbeda.

“Padahal dalam fitrah Islam, garis start kedewasaan itu jelas: Akil Baligh. Lalu menjadi Mukalaf,” katanya.

Konsep ‘Extended Adolescence’ Jadi Sorotan

Azkiave juga menyinggung konsep extended adolescence atau masa remaja yang diperpanjang. Menurutnya, standar sosial saat ini membuat anak muda terlena untuk menunda komitmen hidup. Pandangan ini menambah daftar pernyataan kontroversial yang ia lontarkan.

“Kita hidup di era Extended Adolescence. Masa remaja yang diperpanjang. Standar dunia yang meninabobokan Gen Z, tenang, masih muda, main-main aja dulu. Tapi Islam menolak itu,” ujarnya.

Deretan pernyataan Azkiave ini terus memicu diskusi hangat di berbagai platform media sosial, menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang signifikan antara generasi dan interpretasi terhadap nilai-nilai sosial serta agama.

Mureks