Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)/Bazis DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan meluncurkan program Ekspedisi Dapur Kemanusiaan bertajuk “99 Ribu Porsi Harapan untuk Sumatera”. Program ini merupakan penyaluran bantuan tahap ketiga yang difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan darurat bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh Tamiang dan sekitarnya.
Ketua Baznas/Bazis DKI Jakarta, Akhmad H. Abu Bakar, menyatakan bahwa ekspedisi ini adalah wujud nyata solidaritas. “Ekspedisi ini merupakan bentuk nyata solidaritas masyarakat Jakarta untuk saudara-saudara kita di Sumatera. Kami tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan harapan,” kata Akhmad dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/1).
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Fokus Bantuan dan Target Penerima
Melalui ekspedisi ini, Baznas/Bazis DKI Jakarta menargetkan pendistribusian sebanyak 99.000 porsi makanan siap saji yang bergizi dan layak konsumsi. Bantuan ini diprioritaskan bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta keluarga yang kehilangan akses logistik. Mureks mencatat bahwa fokus utama penyaluran berada di Desa Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Desa Blang Nie, Kabupaten Aceh Timur, yang merupakan area terdampak parah.
Akhmad menambahkan, program ini juga merupakan wujud tanggung jawab lembaga dalam mengelola amanah zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dihimpun dari masyarakat Jakarta. Ia menekankan pentingnya bantuan pangan dalam situasi darurat untuk menjaga ketahanan dan martabat para penyintas bencana. Pihaknya juga memastikan penyaluran bantuan dilakukan secara cepat, tepat sasaran, dan berkelanjutan melalui pengelolaan dana ZIS yang amanah dan profesional.
Baznas/Bazis DKI turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra yang terlibat dalam program kemanusiaan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh mitra dan kolaborator, mulai dari sektor swasta, BUMD, komunitas, hingga relawan, yang telah memungkinkan program ini terlaksana dengan baik,” jelas Akhmad.
Keterlibatan King Abdi dan Chef Nusantara
Keunikan Ekspedisi Dapur Kemanusiaan kali ini terletak pada keterlibatan King Abdi bersama tim Chef Nusantara. Sebanyak sepuluh chef pilihan dijadwalkan terjun langsung ke lokasi bencana pada 9–10 Januari 2026 untuk memasak dan menyajikan makanan hangat bagi para penyintas.
King Abdi mengungkapkan pentingnya makanan hangat di tengah situasi sulit. “Makanan hangat dan bergizi adalah kebutuhan sederhana, namun sangat berarti di tengah situasi bencana. Kami datang dengan semangat warga bantu warga. Kami datang, kami masak, dan mereka makan sebuah pesan bahwa mereka tidak berjuang sendirian,” kata King Abdi.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Baznas/Bazis DKI Jakarta atas kesempatan yang diberikan kepada dirinya dan sembilan chef Nusantara lainnya untuk terlibat langsung dalam dapur umum. “Saya sudah ke lokasi Aceh Tamiang, dan sungguh keadaan masyarakat korban bencana sangat memprihatinkan. Saudara-saudara kita memang membutuhkan bantuan,” ujarnya, menggambarkan kondisi di lapangan.
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






