Ketegangan di Amerika Latin meningkat signifikan setelah Brasil mengerahkan pasukannya ke dekat perbatasan Venezuela. Langkah ini menyusul serangan Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu, memicu kekhawatiran akan stabilitas regional.
Pengerahan pasukan, yang diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis (8/1) waktu setempat, melibatkan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) ke wilayah Pacaraima dan Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima. Menurut laporan Al Jazeera pada Jumat (9/1/2026), keputusan ini diambil untuk merespons dinamika keamanan di perbatasan.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Kebijakan Luar Negeri AS di Bawah Donald Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump kembali membuat gebrakan dengan menarik negaranya dari 66 organisasi internasional. Keputusan ini menandai semakin mundurnya Washington dari kerja sama global yang telah berlangsung puluhan tahun. Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan AS untuk berbagai organisasi, badan, dan komisi global setelah peninjauan menyeluruh terhadap partisipasi dan pendanaan AS.
Sebagian besar organisasi yang menjadi target perintah eksekutif terbaru Trump ini terkait dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dengan fokus pada isu-isu krusial seperti iklim, tenaga kerja, dan migrasi. Associated Press melaporkan pada Jumat (9/1/2026) bahwa langkah ini mencerminkan prioritas ‘America First’ yang diusung pemerintahannya.
Selain itu, pemerintahan Trump juga sedang mempertimbangkan tawaran kontroversial kepada warga Greenland. Pembahasan opsi pembayaran hingga US$ 100.000 (sekitar Rp 1,6 miliar) per individu sedang dilakukan untuk membujuk mereka memisahkan diri dari Denmark dan bergabung dengan AS. Empat sumber yang memahami persoalan ini mengungkapkan kepada Reuters pada Jumat (9/1/2026) bahwa pejabat Gedung Putih telah mendiskusikan angka mulai dari US$ 10.000 hingga US$ 100.000 per orang, yang akan dibayarkan sekaligus.
Dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity di Fox News yang ditayangkan Kamis (8/1) malam waktu setempat, Presiden Trump juga mengumumkan rencana serangan darat terhadap kartel-kartel narkoba. Pernyataan ini menyusul serangkaian serangan maritim di Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia. Trump secara spesifik menyinggung kartel narkoba di Meksiko sebagai target operasi ini.
Eskalasi Konflik Rusia-Ukraina dan Dampaknya
Sementara itu, konflik di Eropa Timur terus memanas. Serangan besar-besaran Rusia di Ukraina menyebabkan kerusakan parah di ibu kota Kyiv dan pinggirannya. Sebanyak 20 bangunan perumahan rusak, dan yang mengejutkan, gedung kedutaan Qatar juga turut menjadi korban serangan drone Rusia.
Serangan ini terjadi setelah Moskow menolak proposal negara-negara Barat untuk mengakhiri invasi yang telah berlangsung hampir empat tahun lamanya. Kyiv menjadi kota yang paling parah terkena dampak serangan terbaru ini, dengan catatan Mureks menunjukkan empat orang tewas dan setidaknya 25 orang terluka akibat insiden tersebut pada Jumat (9/1/2026).






