Olahraga

Arsenal Gagal Manfaatkan Momentum, Ditahan Imbang Liverpool 0-0: Gyokeres ‘Menghilang’ dengan Hanya 8 Sentuhan

Arsenal membuang peluang emas untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Liga Primer setelah hanya mampu bermain imbang tanpa gol, 0-0, melawan Liverpool pada Jumat dini hari, 9 Januari 2026. Hasil ini sangat disayangkan mengingat Manchester City juga kehilangan poin di kandang saat menghadapi Brighton pada Rabu sebelumnya. Kini, tim London Utara itu hanya unggul enam poin dari pesaing terdekatnya, gagal meraih kemenangan krusial yang diharapkan banyak pihak.

Pertandingan di Emirates Stadium berlangsung relatif sepi peluang. Momen paling mengancam bagi Arsenal terjadi di pertengahan babak pertama ketika William Saliba nyaris melakukan gol bunuh diri. Ia mencoba mengembalikan umpan deras Conor Bradley ke David Raya, namun kipernya sudah maju meninggalkan garis gawang. Bola memantul dari kaki Raya kembali ke Bradley, yang kemudian mencoba melambungkan bola melewati kiper Spanyol itu, namun bola hanya membentur mistar gawang.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Liverpool sempat melancarkan klaim penalti di babak pertama saat Jeremie Frimpong terjatuh di kotak penalti di bawah tekanan mantan rekan setimnya di Bayer Leverkusen, Piero Hincapie. Namun, wasit menolak klaim tersebut. Klaim penalti lainnya muncul di babak kedua ketika Florian Wirtz terjatuh akibat tekel dari Leandro Trossard, namun lagi-lagi wasit tidak memberikannya di lapangan, dan keputusan itu didukung setelah pemeriksaan VAR.

Tidak banyak yang memisahkan kedua tim sepanjang 90 menit. Meski demikian, pemain pengganti Gabriel Jesus dan Gabriel Martinelli sempat memaksa Alisson melakukan penyelamatan di masa injury time. Itu adalah peluang terdekat tuan rumah untuk mencetak gol, namun pertandingan tetap berakhir dengan skor 0-0 yang mengecewakan.

Analisis Performa Pemain Kunci

Beberapa pemain Arsenal tampil di bawah ekspektasi, terutama di lini tengah dan depan.

  • Declan Rice (5/10): Arsenal sangat membutuhkan kehadiran dan otoritas di lini tengah, terutama saat Liverpool memutuskan memperlambat tempo permainan. Rice, yang bisa dibilang pemain terbaik Liga Primer musim ini, justru menciut saat tim membutuhkannya.
  • Martin Odegaard (5/10): Tidak mampu membongkar pertahanan lawan atau mengontrol permainan dalam arti apa pun. Seperti Rice, performanya sangat merugikan peluang kemenangan Arsenal.
  • Viktor Gyokeres (3/10): Dalam beberapa kesempatan, Arsenal menunggu seorang striker untuk menyambut berbagai umpan silang dan cutback ke area penalti Liverpool. Gyokeres tak pernah terlihat di sana. Mureks mencatat bahwa ia hanya menyentuh bola delapan kali, jumlah tersedikitnya dalam satu laga untuk Arsenal, sebelum diganti Jesus.

Performa Penjaga Gawang & Lini Pertahanan

  • David Raya (6/10): Tidak terlalu banyak bekerja karena tak ada tembakan Liverpool yang tepat sasaran. Bereaksi cepat dan baik untuk menghentikan Saliba mencetak gol bunuh diri di babak pertama.
  • Jurrien Timber (6/10): Menjadi salah satu penyerang utama Arsenal dengan lari pemecah lini pertahanan lawan, meski umpan silangnya sering kali sia-sia.
  • William Saliba (6/10): Lolos dari hukuman atas hilangnya konsentrasi saat mengoper balik ke Raya yang sedang maju. Selebihnya bertahan dengan baik, meski sebagian besar karena Liverpool kurang kehadiran pemain di kotak penalti.
  • Gabriel Magalhaes (6/10): Serupa dengan Saliba, ia menyapu bahaya dengan mengetahui tim tamu kurang ancaman di sepertiga akhir.
  • Piero Hincapie (6/10): Menikmati duel sengit melawan teman lamanya, Frimpong. Diganti karena cedera di awal babak kedua.

Gelandang Lainnya

  • Martin Zubimendi (6/10): Tidak tampil luar biasa melawan mantan klub peminatnya, tapi itu memang bukan tugas utamanya. Justru dia satu-satunya gelandang Arsenal yang benar-benar melakukan tugasnya dengan benar.

Penyerang Lainnya

  • Bukayo Saka (6/10): Membuat Kerkez terpeleset di kondisi lapangan yang basah pada awal laga, tapi pemain Hongaria itu makin cerdik seiring berjalannya laga. Digantikan oleh kaki yang lebih segar, Madueke, saat laga buntu.
  • Leandro Trossard (5/10): Memiliki satu tembakan melebar via defleksi di babak pertama, tapi hanya itu yang ia lakukan di malam yang sepi dan jarang terjadi bagi pemain Belgia ini. Digantikan oleh Martinelli.

Pergantian Pemain & Manajer

  • Myles Lewis-Skelly (4/10): Menggantikan Hincapie yang cedera, tapi menghabiskan banyak waktu di lapangan hanya mengejar bayangan. Tampak sangat ketinggalan ritme permainan.
  • Gabriel Martinelli (6/10): Masuk menggantikan Trossard. Langsung meminta penalti saat didorong Frimpong tapi klaimnya ditolak mentah-mentah. Mengancam dengan kecepatannya tapi operannya mengecewakan. Berubah menjadi tokoh antagonis di masa injury time saat mencoba mendorong Bradley yang cedera keluar lapangan.
  • Gabriel Jesus (6/10): Masuk menggantikan Gyokeres dan disambut tepuk tangan meriah penonton tuan rumah. Jauh lebih hidup daripada sang pemain Swedia, tapi standarnya memang rendah malam itu.
  • Noni Madueke (6/10): Masuk menggantikan Saka. Seperti Jesus, langsung menghidupkan permainan tapi tanpa dampak nyata yang terukur.
  • Eberechi Eze (5/10): Menggantikan kapten Odegaard, membuat penampilan liga pertamanya sejak 13 Desember setelah turun peringkat dalam urutan pemain. Tidak masuk ke dalam permainan sama sekali.
  • Mikel Arteta (5/10): Malam yang mengecewakan bagi Arsenal, yang tampil datar dalam penguasaan bola dan terbantu oleh lawan yang tidak bermain dengan striker murni.
Mureks