Apple dikabarkan tengah menyiapkan iOS 27 sebagai fondasi baru untuk pengalaman pengguna iPhone. Sistem operasi terbaru ini disebut akan membawa lima pembaruan utama yang berpotensi mengubah cara pengguna berinteraksi dengan perangkat mereka, dengan fokus jelas pada kecerdasan buatan (AI), evolusi Siri, dan layanan kesehatan berbasis langganan.
Di tengah rumor strategi perangkat keras Apple pada tahun 2027, mulai dari iPhone lipat hingga MacBook murah, perusahaan justru dinilai mengalihkan perhatian signifikan ke sisi perangkat lunak. Menurut laporan Digital Trend pada Selasa, 6 Januari 2026, iOS 27 kemungkinan akan mengadopsi pendekatan serupa Mac OS X Snow Leopard pada tahun 2009. Ini berarti Apple tidak mengejar fitur-fitur mencolok, melainkan lebih ingin memoles pengalaman penggunaan agar lebih matang dan stabil.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Evolusi Siri Berkat AI Generatif
Salah satu fokus utama iOS 27 adalah pembaruan Siri. Asisten virtual ini dikabarkan akan mengalami evolusi besar berkat integrasi AI generatif. Kunci rahasianya adalah “Foundation Models”, sebuah model AI yang menjadi inti dari Apple Intelligence dan bekerja sepenuhnya di perangkat.
“Kerangka kerja Foundation Models memungkinkan pengembang untuk menciptakan fitur kecerdasan baru melindungi privasi pengguna dan tersedia secara offline, semuanya sambil menggunakan inferensi AI gratis,” jelas Apple, sebagaimana dikutip dari Digital Trends.
Apple berencana menggunakan kerangka kerja Gemini khusus untuk meningkatkan kemampuan Siri. Dengan dukungan AI on-device, pengguna nantinya bisa menjalankan berbagai perintah melalui suara atau teks, mirip dengan kemampuan Gemini di Android. Kerangka kerja ini membuka jalan bagi Siri untuk melakukan aksi lintas aplikasi tanpa harus membuka aplikasi tersebut secara manual. Fitur Shortcut, yang kini memungkinkan pemilihan model AI (mulai dari on device, komputasi cloud Apple, hingga ChatGPT), diperkirakan akan semakin terintegrasi dengan Siri versi baru di iOS 27.
Desain Antarmuka Siri Akan Diperbarui
Selain peningkatan fungsionalitas, Siri juga disebut akan mendapatkan pembaruan desain antarmuka. Saat ini, asisten virtual Apple tersebut memiliki beberapa cara untuk diaktifkan, mulai dari menekan lama tombol daya hingga mengetuk ganda bilah navigasi di bagian bawah layar. Apple dikabarkan ingin menghadirkan pengalaman Siri yang lebih terpadu, serupa dengan pendekatan Gemini di Android. Kemungkinan besar, Siri akan diperluas ke widget khusus serta mendukung pemanggilan aplikasi dan Shortcut berbasis kata kunci khusus.
Health+ Berbasis AI: Layanan Kesehatan Baru Apple
Apple juga dikabarkan akan meluncurkan layanan berlangganan baru yang disebut Health+. Layanan ini akan memanfaatkan AI untuk menghadirkan fitur seperti pencatatan makanan, pelatih kesehatan, hingga konsultasi berbasis data. Health+ akan ditenagai AI yang meniru peran dokter dengan mengolah data dari perangkat wearable Apple. Platform ini juga akan menayangkan video yang menampilkan ahli dari bidang tidur, nutrisi, fisioterapi, kesehatan mental, dan kardiologi, seiring dengan kemampuan sensor baru.
Sistem Pencarian Cerdas dengan AI
iOS 27 disebut akan membawa sistem pencarian baru yang lebih cerdas. Fitur ini tidak hanya menelusuri file dan konten di perangkat, tetapi juga mencari informasi dari web dengan ringkasan berbasis AI. Pembaruan ini dirancang untuk membuat hasil pencarian lebih cepat dicerna dan lebih akurat daripada yang ditawarkan oleh Siri. Sistem pencarian ini diklaim mampu memanfaatkan teks, foto, video, serta lokasi sekitar, sekaligus menyajikan ringkasan informasi yang lebih cepat dan akurat dibandingkan Siri saat ini. Fungsinya digadang-gadang menjadi pusat aktivitas baru di iPhone.
iOS 26.3 Buka Akses Perangkat Pihak Ketiga di Eropa
Di sisi lain, Apple mulai melonggarkan eksklusivitas ekosistemnya dengan mempermudah integrasi perangkat pihak ketiga pada iPhone lewat pembaruan iOS 26.3. Langkah ini diambil raksasa teknologi tersebut guna mematuhi Undang-Undang Pasar Digital (Digital Market Act/DMA) yang diberlakukan oleh Uni Eropa. Berdasarkan laporan MacRumors yang merujuk pada catatan beta terbaru iOS 26.3, perangkat Apple akan mendukung fitur proximity pairing (penyambungan jarak dekat) dan sistem notifikasi terpadu untuk aksesori non-Apple. Namun, fitur ini baru akan tersedia terbatas untuk wilayah Uni Eropa.
Perubahan ini memungkinkan pengguna di Eropa untuk menyambungkan perangkat seperti headphone Sony atau menerima notifikasi iPhone pada jam tangan pintar berbasis Wear OS dengan jauh lebih mudah, selama produsen perangkat tersebut mendukung fitur baru ini. Juru bicara Uni Eropa menyampaikan kepada The Wall Street Journal bahwa regulasi DMA membuka peluang baru bagi pengembang untuk menghadirkan produk inovatif di pasar Eropa. “Ini adalah langkah maju menuju ekosistem digital yang lebih terinterkoneksi demi keuntungan seluruh warga Uni Eropa,” ujar pihak Komisi Uni Eropa.
Mureks mencatat bahwa fungsi ini ditargetkan akan tersedia sepenuhnya di seluruh blok negara Uni Eropa pada tahun 2026.
Dua Fitur Utama iOS 26.3: Proximity Pairing dan Notifikasi
- Proximity Pairing: Aksesori seperti earbuds dapat tersambung ke perangkat iOS melalui proses satu ketukan (one-tap pairing) hanya dengan mendekatkannya ke iPhone atau iPad—mirip dengan pengalaman menyambungkan AirPods. Pengguna tidak perlu lagi masuk ke pengaturan Bluetooth secara manual.
- Notifikasi: Jam tangan pintar pihak ketiga kini dapat menerima, menampilkan, dan merespons notifikasi dari iPhone, sebuah fitur yang sebelumnya hampir eksklusif hanya untuk Apple Watch. Meski demikian, Apple memberikan batasan teknis, di mana notifikasi hanya dapat diteruskan ke satu perangkat yang terhubung dalam satu waktu. Mengaktifkan notifikasi pada perangkat pihak ketiga secara otomatis akan menonaktifkan notifikasi pada Apple Watch.
Kepatuhan Minimalis dan Penghapusan Fitur
Sejumlah pengamat menilai upaya kepatuhan Apple terhadap DMA cenderung minimalis. Meski proximity pairing memudahkan koneksi awal melalui NFC, fitur ini diyakini belum mendukung perpindahan perangkat secara mulus (seamless switching) seperti yang ada pada ekosistem asli Apple. Selain itu, Apple juga terpantau mengambil langkah defensif di Eropa. Dalam beberapa kasus, Apple memilih untuk menghapus fitur tertentu di pasar Eropa yang tersedia di wilayah lain, seperti fitur iPhone Mirroring pada Mac. Langkah itu diduga untuk menghindari kewajiban serupa agar fitur tersebut tidak harus diimplementasikan pada perangkat Android atau PC.






