Teknologi

Apple Didesak Kejar AI, Penjualan iPhone 17 Melesat Jadi Penyelamat di Akhir 2025

Raksasa teknologi Apple menghadapi dilema besar di penghujung tahun 2025. Di satu sisi, perusahaan ini tertinggal jauh dalam perlombaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin sengit. Namun di sisi lain, peluncuran iPhone 17 yang sukses besar berhasil menopang kinerja bisnisnya.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino ini menjanjikan kepada para investor untuk meluncurkan generasi terbaru Siri, asisten suara AI mereka, pada tahun 2025. Ini menjadi pertaruhan besar mengingat Apple absen dalam perlombaan AI industri teknologi yang dimulai sejak OpenAI merilis ChatGPT pada akhir 2022.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Meskipun Apple biasanya jarang membeberkan peta jalan produk ke publik, untuk kasus Siri, pembuat iPhone ini membuat pengecualian. Namun, pembaruan asisten AI yang seharusnya meluncur pada Maret 2025 itu harus ditunda.

Tekanan di Tengah Ledakan AI Kompetitor

Seiring konsumen semakin terbiasa melakukan percakapan yang luwes dengan platform seperti ChatGPT, Claude buatan Anthropic, dan chatbot Gemini milik Google, tekanan kini berada di pihak Apple untuk mengejar ketertinggalan. CEO Tim Cook sempat menyatakan kepada investor pada Oktober lalu bahwa Apple telah membuat kemajuan yang baik terkait Siri.

Gene Munster dari Deepwater Asset Management menyoroti pernyataan tersebut. “Itu ‘menaikkan standar secara signifikan tentang apa yang bisa diharapkan’,” ujar Munster. Ia menambahkan, “Pada dasarnya mereka berkata: tahun ini jangan ganggu kami soal AI dan kami akan membuat Anda terpukau dengan apa yang kami tunjukkan tahun depan.”

Sepanjang tahun 2025, inovasi AI bermunculan di mana-mana kecuali di Cupertino, markas Apple. OpenAI merilis Sora 2, aplikasi pembuat video yang sempat memuncaki App Store. Google merilis Gemini 3 yang fenomenal. Anthropic meluncurkan beberapa model Claude baru. Bahkan Amazon merombak asisten AI Alexa-nya.

Di awal tahun, Nvidia bahkan merebut mahkota sebagai perusahaan teknologi paling bernilai dari tangan Apple, didorong oleh permintaan sangat tinggi terhadap GPU Nvidia. Sementara Apple belum meluncurkan produk AI besar sejak Apple Intelligence pada 2024.

iPhone 17 Jadi Penopang Utama

Meskipun beberapa investor khawatir Apple tertinggal dalam AI, bisnis terpentingnya berkinerja lebih baik dari sebelumnya. Saham Apple naik 12% sepanjang tahun 2025, dengan sebagian besar kenaikan terjadi beberapa bulan terakhir karena peluncuran iPhone 17 yang sukses.

Kontrasnya, pesaing seperti Google sebagai pembuat Android berada di pusat ledakan AI dan sahamnya melonjak lebih dari 60% tahun ini. Namun, iPhone 17 sukses besar dan Apple kemungkinan besar akan menjadi vendor HP teratas dalam hal unit yang dikirimkan di 2025 serta tahun depan.

Analis Counterpoint, Yang Wang, menyatakan bahwa AI Apple yang biasa saja belum merugikan penjualan iPhone. Menurutnya, fitur AI baru dari perusahaan teknologi lain belum secara drastis mengubah pengalaman sehari-hari dalam menggunakan smartphone. “Kami belum melihatnya ancaman besar bagi Apple, karena kompetisi belum benar-benar menghadirkan sesuatu yang luar biasa hebat,” ujarnya.

Munster menambahkan bahwa Apple masih punya waktu untuk menyiapkan serangan balasan. “Mereka punya lebih banyak waktu daripada yang disadari orang untuk memikirkan hal ini. Tapi untuk jangka pendek, mereka harus memberikan nilai 10 dari 10 saat Siri baru ini diluncurkan,” cetusnya.

Mureks