Konsumsi air yang tidak aman masih menjadi masalah kesehatan global yang mengkhawatirkan dan terus memengaruhi banyak orang. Air yang tampak jernih sekalipun berpotensi mengandung patogen, bahan kimia, dan polutan berbahaya yang dapat memicu berbagai penyakit.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengonsumsi air yang tidak aman dapat menyebabkan penyakit serius seperti gastroenteritis bakteri, kolera, tifus, dan disentri. Kondisi ini merupakan kontributor signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian pada populasi rentan di seluruh dunia. Oleh karena itu, memurnikan air menjadi langkah krusial untuk menghilangkan zat-zat berbahaya dan memastikan ketersediaan air minum yang aman.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Mureks mencatat bahwa kesadaran akan pentingnya pemurnian air di rumah semakin meningkat, terutama di tengah kekhawatiran akan kualitas sumber air. Berikut adalah lima metode pemurnian air yang dapat Anda coba di rumah, dirangkum dari berbagai sumber, termasuk NDTV:
1. Merebus Air
Merebus adalah salah satu metode pemurnian air paling sederhana dan efektif. Panas tinggi mampu membunuh sebagian besar bakteri, virus, dan parasit penyebab penyakit. Untuk hasil yang optimal, didihkan air setidaknya selama satu hingga tiga menit. Setelah itu, biarkan air mendingin sebelum dikonsumsi atau digunakan.
2. Menggunakan Pemurni Air Modern
Banyak pemurni air modern saat ini menggunakan kombinasi teknologi untuk memastikan pemurnian yang komprehensif, seperti RO (Reverse Osmosis), UV (Ultraviolet), dan UF (Ultrafiltrasi). Sistem ini umumnya bekerja melalui beberapa tahapan:
- Pra-filter: Tahap awal ini, seringkali berupa sedimen atau karbon, berfungsi menghilangkan partikel besar, debu, klorin, dan bau yang tidak diinginkan dari air.
- Membran RO: Teknologi osmosis terbalik sangat efektif dalam menghilangkan berbagai kotoran, termasuk logam berat, bahan kimia berbahaya, dan mikroorganisme.
- UV Chamber: Sinar ultraviolet (UV) digunakan untuk membunuh bakteri dan virus tanpa memerlukan penambahan bahan kimia.
- Filter UF: Filter ultrafiltrasi lebih lanjut memastikan kejernihan air yang kristal dan menghilangkan partikel sangat halus.
- Pasca-filter/Mineralisasi: Beberapa sistem dilengkapi dengan filter tambahan yang dapat mengembalikan mineral bermanfaat seperti tembaga atau meningkatkan rasa air.
3. Arang Aktif
Arang aktif dikenal karena kemampuannya menyaring kotoran dan kontaminan dari air secara efektif. Metode ini dapat menghilangkan klorin, sedimen, dan logam berat tertentu, sekaligus meningkatkan rasa air. Namun, penting untuk diingat bahwa arang aktif tidak membunuh bakteri atau virus. Oleh karena itu, metode ini harus digunakan bersamaan dengan metode pemurnian lainnya untuk hasil yang maksimal.
Untuk mengaplikasikannya di rumah, tempatkan arang aktif dalam kain atau wadah berjaring halus, lalu tuangkan air melaluinya. Biarkan air bersentuhan dengan arang aktif selama beberapa jam untuk penyerapan kontaminan yang optimal.
4. Disinfeksi Kimia
Bahan kimia seperti klorin atau yodium dapat digunakan untuk mendisinfeksi air secara efektif. Caranya, tambahkan beberapa tetes pemutih klorin tanpa aroma atau yodium ke dalam air, aduk rata, dan diamkan setidaknya selama 30 menit sebelum digunakan. Metode ini mampu membunuh berbagai macam patogen.
Meskipun demikian, disinfeksi kimia mungkin meninggalkan rasa tidak enak pada air dan tidak selalu efektif terhadap beberapa jenis parasit. Tim redaksi Mureks mengingatkan, perlu kehati-hatian saat menggunakan klorin cair atau tablet untuk mengolah air minum. Selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan sebelum menggunakan metode disinfeksi kimia ini.
5. Disinfeksi Air dengan Tenaga Surya (SODIS)
Di daerah dengan sumber daya terbatas, Disinfeksi Air dengan Tenaga Surya (SODIS) menawarkan metode pemurnian air yang murah, sederhana, dan tidak memerlukan peralatan khusus. Metode ini memanfaatkan sinar matahari untuk membunuh patogen dalam air.
Caranya sangat mudah: isi botol plastik bening dengan air, lalu letakkan di bawah sinar matahari langsung. Biarkan selama minimal enam jam. Jika cuaca mendung atau berawan, proses ini mungkin memerlukan waktu lebih lama, hingga dua hari, untuk memastikan patogen benar-benar mati.






