Manchester United resmi memecat Ruben Amorim dari posisi pelatih kepala pada Selasa, 06 Januari 2026. Keputusan mengejutkan ini diambil setelah ahli taktik asal Portugal tersebut terlibat konfrontasi sengit dengan direktur sepak bola klub, Jason Wilcox, yang berujung pada ‘ledakan emosi’ Amorim dalam sebuah pertemuan internal.
Insiden tersebut terjadi menjelang pertandingan Liga Primer melawan Leeds United, yang berakhir imbang 1-1 dan menjadi laga terakhir Amorim sebagai pelatih Setan Merah. Dalam pertemuan itu, Amorim dilaporkan ‘meledak’ saat berhadapan dengan Wilcox, mempertanyakan dukungan yang ia terima dari jajaran direksi dan menegaskan keinginannya untuk bekerja sebagai ‘manajer’ alih-alih hanya ‘pelatih’.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Amorim: “Saya Datang untuk Jadi Manajer, Bukan Pelatih”
Dalam pernyataan yang mengejutkan kepada wartawan di akhir masa jabatannya, Amorim secara eksplisit mengungkapkan kekecewaannya. “Saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan pelatih Manchester United. Itu jelas. Saya tahu nama saya bukan [Thomas] Tuchel, bukan [Antonio] Conte, bukan [Jose] Mourinho, tetapi saya adalah manajer Manchester United,” ujarnya.
Ia melanjutkan, “Ini akan berlangsung selama 18 bulan, atau sampai dewan memutuskan untuk melakukan perubahan. Itulah poin saya. Saya ingin mengakhirinya dengan itu. Saya tidak akan mengundurkan diri. Saya akan melakukan pekerjaan saya sampai ada orang lain yang datang untuk menggantikan saya.”
“Saya hanya ingin mengatakan, saya akan menjadi manajer tim ini, bukan hanya pelatih. Saya sudah sangat jelas tentang itu. Itu akan berakhir dalam 18 bulan, dan kemudian semua orang akan berlanjut,” tegas Amorim. “Itulah kesepakatannya. Itulah pekerjaan saya, bukan menjadi pelatih. Jika orang-orang tidak dapat menerima Gary Neville dan semua kritik, kita perlu mengubah klub ini. Saya ingin mengatakan saya datang ke sini untuk menjadi manajer Manchester United, bukan untuk menjadi pelatih. Setiap departemen, departemen pencarian bakat, direktur olahraga perlu melakukan tugasnya. Saya akan melakukan tugas saya selama 18 bulan, dan kemudian kita akan melanjutkan. Terima kasih, teman-teman.”
Konfrontasi dan Keputusan Pemecatan
Menurut laporan The Telegraph, konfrontasi antara Amorim dan Wilcox terungkap ketika Wilcox bermaksud mengadakan pertemuan internal untuk meninjau evolusi tim. Namun, saat membahas sistem yang digunakan, khususnya formasi andalan Amorim 3-4-3, pelatih asal Portugal itu ‘meledak’. Mureks mencatat bahwa posisi Amorim telah menjadi ‘tidak berkelanjutan’ setelah insiden tersebut.
Sepanjang 14 bulan kepemimpinannya di Old Trafford, pertanyaan mengenai sistem taktis Amorim kerap muncul. Meskipun ia ingin membawa stabilitas dan ‘arah’ bagi United, pendekatan keras kepalanya justru menimbulkan kebingungan di kalangan pemain. Jendela transfer musim panas 2025 juga berlalu tanpa adanya tambahan pemain yang sepenuhnya sesuai dengan tuntutannya.
Reaksi marah Amorim terhadap pengamatan Wilcox menunjukkan kepada hierarki klub bahwa ia telah membawa United sejauh yang ia bisa. Keputusan akhir pemecatan Amorim dibuat oleh Chief Executive Omar Berrada. Ia diberitahu tentang keputusan tersebut dalam pertemuan yang juga dihadiri Wilcox pada Senin pagi, sebelum barang-barang Amorim dikemas.
Sementara itu, The Sun melaporkan bahwa sumber di Manchester United meyakini Amorim memang ingin meninggalkan klub dan melakukan ‘sabotase diri’ dalam upaya mengatur kepergiannya dari Old Trafford.
Manajer Sementara dan Target Jangka Panjang
Manchester United telah menunjuk pelatih U-18 Darren Fletcher untuk mengambil alih peran sementara di tim utama. Fletcher, yang memiliki sejarah panjang dengan klub sebagai mantan pemain, akan memimpin Setan Merah saat bertandang ke Burnley untuk pertandingan Liga Primer pada Kamis (8/1) dini hari WIB. Menurut pantauan Mureks, United menginginkan penunjukan sementara untuk membawa mereka hingga akhir musim 2025/26, dengan Fletcher tidak dianggap sebagai kandidat permanen.
Untuk pengganti jangka panjang Amorim, dewan direksi United dikabarkan menargetkan pelatih asal Austria, Oliver Glasner, yang kontraknya di Crystal Palace akan segera berakhir pada musim panas mendatang.






