Klub raksasa London Utara, Tottenham Hotspur, tengah diterpa badai krisis. Serangkaian performa buruk di Liga Inggris, ketegangan antara pemain dan suporter, hingga kritik pedas terhadap manajemen klub menjadi sorotan publik.
Dalam 11 pertandingan terakhir di Liga Inggris, The Lilywhites hanya mampu meraih dua kemenangan. Sisanya, mereka menelan lima kekalahan dan empat hasil imbang, menempatkan mereka di peringkat ke-14 klasemen sementara.
Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Teranyar, Tottenham Hotspur harus mengakui keunggulan Bournemouth dengan skor 2-3 dalam laga yang digelar di Vitality Stadium pada Kamis (8/1/2026) dini hari WIB.
Ketegangan Pemain dan Suporter
Kekalahan dari Bournemouth tidak hanya memperburuk posisi di klasemen, tetapi juga mengungkap sejumlah masalah internal. Salah satunya adalah memburuknya hubungan antara pemain dan para penggemar.
Bek asal Belanda, Micky van de Ven, terlihat mendatangi tribune suporter setelah pertandingan. Ia terlibat adu argumen dengan fans yang melontarkan kritik terhadap permainan tim. Van de Ven bahkan harus ditahan oleh petugas keamanan dan rekan-rekannya untuk mencegah situasi semakin memanas, seperti yang terekam dalam video yang beredar luas.
Sementara itu, Joao Palhinha juga terlihat mencoba berdiskusi dengan suporter yang jelas-jelas kecewa dengan hasil pertandingan.
Sindiran Pedas untuk Manajemen
Tak lama berselang, kapten tim, Cristian Romero, turut menyuarakan kekecewaannya melalui media sosial. Dalam unggahannya, Romero sempat menyindir petinggi Spurs yang disebutnya tidak muncul dalam situasi genting ini.
“Manajemen cuma muncul untuk mengatakan beberapa kebohongan,” tulis Romero, yang kemudian mengedit unggahan tersebut tak lama setelah dipublikasikan. Mureks mencatat bahwa sindiran ini mengindikasikan adanya ketidakpuasan mendalam di tubuh tim.
Kontroversi Manajer Thomas Frank
Kekacauan internal semakin diperparah dengan ulah manajer Thomas Frank. Ia kedapatan minum dari gelas berlogo klub rival, Arsenal, yang sontak memicu kemarahan para penggemar.
Frank mengakui bahwa ia teledor, namun insiden tersebut jelas menambah daftar panjang kekecewaan suporter. Insiden ini, menurut pantauan Mureks, menjadi salah satu pemicu kemarahan fans yang sudah memuncak.
Semua insiden ini terjadi di tengah performa Tottenham Hotspur yang jauh dari harapan. Pertanyaan besar pun muncul: apakah krisis serius tengah melanda skuad juara bertahan Liga Europa ini?






