Olahraga

Amorim Dipecat, Manchester United Berharap pada Darren Fletcher di Tengah Jadwal Terjal

Setelah 18 bulan memimpin, Ruben Amorim resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai pelatih Manchester United. Manajemen ‘Setan Merah’ memutuskan untuk tidak lagi menggantungkan harapan pada pelatih muda asal Portugal tersebut, menyusul kegagalannya membawa konsistensi dan kebangkitan bagi tim.

Sebagai pengganti, Manchester United menunjuk mantan pemain mereka, Darren Fletcher, untuk memimpin tim. Keputusan ini diambil di tengah jadwal pertandingan yang sangat berat bagi Bruno Fernandes dan kawan-kawan. Dalam dua pekan ke depan, mereka harus menghadapi Manchester City, Arsenal, dan Tottenham Hotspur.

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Perjalanan Singkat dan Inkonsistensi Amorim

Amorim, yang sebelumnya sukses membangun Sporting Lisbon, datang dengan prinsip kuat pada pola kesukaannya, 3-4-3. Ia meyakini pola tersebut adalah yang terbaik untuk mengembalikan kebesaran ‘Setan Merah’. Namun, menurut Mureks, manajemen Manchester United berpandangan bahwa Amorim terlalu berpegang pada prinsip dan melupakan realitas. Pola tersebut berulang kali tidak berjalan efektif, namun ia enggan menyesuaikan diri dengan tantangan yang dihadapi.

Akibatnya, penampilan Manchester United di bawah asuhan Amorim seperti roller coaster, naik turun secara cepat. Mureks mencatat bahwa 30 gol bersarang di gawang tim asuhannya dalam 20 pertandingan yang dimainkan, sebuah indikasi bahwa pola tiga center-back yang ia terapkan tidak efektif.

Hubungan dengan Pemain yang Memburuk

Seperti pendahulunya, Erik ten Hag, Amorim cenderung menyalahkan pemain yang dianggap tidak disiplin dalam menjalankan strategi. Suasana ini membuat banyak pemain merasa tidak betah dan memilih untuk pindah ke klub lain. Ironisnya, banyak dari mereka justru menampilkan permainan terbaik di klub baru.

  • Marcus Rashford: Menjadi andalan baru bagi Barcelona, setelah sebelumnya bersinar di Aston Villa.
  • Scott McTominay: Musim lalu membawa Napoli juara Seri A dan terpilih sebagai pemain terbaik Liga Italia.
  • Alejandro Garnacho: Kini bersinar di Chelsea.
  • Jadon Sancho: Pemain mahal dari Borussia Dortmund ini masih dipinjamkan ke Aston Villa yang menempati peringkat ketiga Liga Primer.

Gelandang muda berbakat, Kobbie Mainoo, juga berulang kali menyatakan keinginannya untuk pindah karena ketidakmampuan Amorim memberikan penjelasan rasional, yang kemudian direspons secara ‘otoriter’ oleh pelatih.

Kasus Alejandro Garnacho

Pemecatan Amorim kembali memunculkan konflik yang pernah dialami Garnacho. Penyerang sayap muda asal Argentina itu mempertanyakan keputusan Amorim yang hanya memainkannya 20 menit saat final Liga Eropa musim lalu.

“Sejak pertandingan pertama, saya selalu menjadi starter sampai membawa Manchester United melaju ke final. Tetapi entah mengapa ketika di final, pelatih hanya memberi kesempatan saya bermain selama 20 menit,” kata Garnacho. Ia yakin bisa berkontribusi lebih banyak jika diberi kesempatan, bahkan mungkin membawa ‘Setan Merah’ mengalahkan Tottenham Hotspur untuk menjadi juara.

Pernyataan Garnacho kala itu memancing kemarahan Amorim. “Dia mengakui kesalahan yang diperbuat. Sebagai hukumannya, ia harus membayar makan malam untuk seluruh anggota tim,” kata Amorim ketika itu.

Tantangan Finansial dan Harapan Baru

Secara finansial, Manchester United memang wajib membayar kompensasi kepada Amorim sebesar 10 juta pound sterling. Namun, risiko ini tetap diambil karena secara bisnis klub masih dalam kondisi baik. Musim lalu, pendapatan ‘Setan Merah’ mencetak rekor baru, mencapai 666,5 juta pound sterling. Jika tim bisa konsisten menjaga penampilan, pendapatan musim ini masih bisa meningkat.

Penggemar ‘Setan Merah’ di seluruh dunia sangat besar dan menantikan kembalinya kejayaan tim kesayangan. Harapan untuk setidaknya menembus kompetisi Eropa musim mendatang masih terbuka. Dengan berada di peringkat ketujuh, tiket untuk itu masih bisa didapatkan sepanjang 17 pertandingan tersisa bisa membawa poin maksimal bagi ‘Setan Merah’, termasuk saat menjamu the Citizens akhir pekan ini.

‘Setan Merah’ membutuhkan suasana baru, semangat baru, dan pendekatan baru untuk bisa mengimbangi tim asuhan Josep Guardiola. Harapan itu kini dipikulkan kepada pundak Fletcher, yang pada penampilan perdananya Rabu lalu hanya bisa membawa tim asuhannya bermain imbang 2-2 melawan Burnley.

Mureks