Rumor mengenai kehadiran prosesor AMD Ryzen 9 9950X3D2, yang digadang-gadang sebagai CPU gaming paling buas dari AMD, semakin santer terdengar. Prosesor ini dikabarkan akan segera meluncur, memicu antusiasme di kalangan penggemar perangkat keras PC.
Indikasi Kuat dari Berbagai Sumber
Spekulasi tentang Ryzen 9 9950X3D2 sebenarnya telah muncul sejak AMD memperkenalkan jajaran CPU gaming X3D pertamanya pada awal tahun 2025. Namun, desas-desus terbaru mengindikasikan bahwa prosesor monster ini akan segera tiba.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Indikasi kuat datang dari situs berita teknologi ComputerBase. Setelah melakukan pertemuan dengan AMD, ComputerBase mengunggah di platform X bahwa, “AMD just told us […] Ryzen 9 9950X3D2 stay tuned.” Pernyataan ini, meskipun bukan konfirmasi langsung, sangat mengisyaratkan bahwa chip tersebut sedang dalam pengerjaan.
Tak lama berselang, dua produsen PC gaming terkemuka, Alienware dan Sytronix, secara tidak sengaja memuat nama chip ini dalam materi pemasaran mereka. Alienware mengunggah video di Weibo tentang PC desktop Area-51 terbarunya yang kini tersedia dengan CPU AMD, dengan Ryzen 9 9950X3D2 disebutkan dalam deskripsi.
Langkah serupa dilakukan Sytronix melalui unggahan di situs webnya yang merinci spesifikasi workstation baru mereka, di mana 9950X3D2 tercantum dengan 16 core dan arsitektur “X3D2.”
Meskipun kedua unggahan tersebut telah diubah—Alienware kini hanya menyebut “prosesor AMD Ryzen terbaru dan teknologi 3D V-Cache generasi kedua,” sementara Sytronix memperbarui halamannya menjadi 9950X3D—kemunculan nama chip ini dari tiga sumber berbeda dalam waktu singkat (dua hari) memberikan indikasi yang lebih kuat dibandingkan rumor biasa. Catatan Mureks menunjukkan, pola kemunculan informasi seperti ini seringkali mendahului pengumuman resmi.
Spesifikasi dan Potensi Performa
Jika rumor ini akurat, Ryzen 9 9950X3D2 diperkirakan akan memiliki konfigurasi serupa dengan 9950X3D, yakni menggunakan dua die komputasi Zen 5 CCD yang masing-masing berisi delapan core CPU, dipadukan dengan satu die IO. Ini menciptakan tampilan tiga chip klasik pada prosesor AM5.
Perbedaan krusial terletak pada teknologi 3D V-Cache. Jika 9950X3D dan chip X3D seri 9000 lainnya hanya menyematkan satu die 3D V-Cache di bawah salah satu CCD (memberikan delapan core akses ke cache ekstra 64MB), maka 9950X3D2 akan memiliki die 3D V-Cache kedua di bawah CCD kedua. Ini berarti seluruh 16 core akan memiliki akses ke cache bersama yang lebih besar.
Setahun yang lalu, AMD sempat menyatakan keraguannya tentang pasar untuk CPU 16-core dengan 3D V-Cache untuk semua core. Perusahaan menjelaskan bahwa meskipun mereka bisa membuatnya, mereka “don’t think there’s a massive market for it” namun akan “do some internal analysis.”
Donny Woligroski, manajer pemasaran teknis senior prosesor konsumen AMD, juga pernah menyampaikan bahwa peningkatan performa dari chip semacam ini “we know it’s only going to be a couple of percent difference” dan akan menjadi chip yang sangat mahal untuk diproduksi. Namun, bagi sebagian gamer yang menginginkan performa terbaik, kehadiran chip ini tentu sangat dinantikan.





