Teknologi

AMD Jamin Pasokan GPU Radeon Stabil di Tengah Krisis RAM, Tapi Harga Diprediksi Naik

David McAfee, Corporate VP of the Client Channel Business di AMD, memastikan bahwa pasokan kartu grafis Radeon tidak akan mengalami kelangkaan stok akibat krisis RAM global. Pernyataan ini disampaikan McAfee dalam wawancara dengan TweakTown di ajang CES 2026 pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Meskipun demikian, McAfee tidak dapat menjamin bahwa harga kartu grafis tersebut akan tetap stabil. Ia mengisyaratkan bahwa kenaikan harga kemungkinan besar akan terjadi, meskipun AMD akan berupaya keras untuk memitigasinya.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

Pasokan VRAM Aman Berkat Kemitraan Jangka Panjang

McAfee menjelaskan bahwa AMD memiliki kemitraan yang sangat erat dan jangka panjang dengan semua produsen DRAM. Kemitraan ini bertujuan untuk memastikan kebutuhan VRAM (Video Random Access Memory) bagi GPU Radeon terpenuhi, sehingga produksi kartu grafis dapat terus berjalan sesuai permintaan pasar.

“Kami tidak khawatir bahwa kendala saat ini akan menyebabkan kelangkaan GPU di pasar,” ujar McAfee. Ia menambahkan, “Kami memiliki kemitraan yang cukup panjang, dalam, dan strategis, dan itu adalah masalah krusial yang kami tangani bersama para mitra setiap hari.”

Keyakinan McAfee ini menepis spekulasi sebelumnya yang menyebutkan beberapa model GPU terjangkau AMD mungkin akan ditunda atau bahkan dibatalkan karena kesulitan pasokan VRAM.

Kenaikan Harga Tak Terhindarkan, Namun Moderat

Meski stok aman, isu harga menjadi sorotan berikutnya. McAfee mengakui bahwa tekanan biaya komponen, khususnya RAM, sulit dihindari. “Saya tidak akan mengatakan harga di semua komponen ini akan tetap datar. Saya pikir, mau tidak mau, sesuatu akan terjadi,” tegasnya.

AMD berkomitmen untuk mempertahankan proposisi nilai Radeon, yaitu memberikan performa terbaik per dolar kepada pengguna. “Kami akan mendorong itu seagresif mungkin untuk memastikan kami memaksimalkan performa per dolar, bahkan di tengah peningkatan biaya komponen,” kata McAfee.

Mureks merangkum, kenaikan harga yang mungkin terjadi diharapkan relatif terkendali dan moderat, tidak seperti lonjakan harga RAM yang telah terjadi secara drastis.

Krisis RAM dan Pilihan Konsumen

Krisis harga RAM telah menjadi kejutan besar di industri PC dan diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat. Beberapa perkiraan menunjukkan normalisasi harga RAM sistem atau VRAM baru akan terjadi pada tahun 2027, bahkan ada yang memprediksi hingga 2028.

Rahul Tikoo, Senior VP AMD lainnya, juga berbicara kepada Tom’s Hardware di CES 2026 mengenai krisis RAM. Tikoo menyatakan bahwa konsumen yang membutuhkan PC akan tetap membelinya, namun mereka mungkin harus membuat pilihan.

“Konsumen mungkin memutuskan berapa banyak memori, CPU apa,” jelas Tikoo. Ia menyarankan bahwa konsumen mungkin perlu berkompromi dengan jumlah memori yang lebih sedikit atau memilih prosesor yang lebih murah untuk mengalokasikan dana ke RAM yang lebih mahal.

Bagi mereka yang hanya ingin meningkatkan kartu grafis, berita ini lebih positif untuk calon pemilik Radeon. Meskipun kenaikan harga kecil masih mungkin terjadi, dampaknya diperkirakan tidak akan sebesar bagi mereka yang membangun atau membeli PC secara keseluruhan. Secara keseluruhan, catatan Mureks menunjukkan AMD tampaknya siap menghadapi “badai RAM” tahun ini.

Mureks