Keuangan

Airlangga-Purbaya Pastikan Dampak Konflik Venezuela ke Ekonomi RI Terbatas, Harga Minyak Stabil

Dua menteri ekonomi Kabinet Merah Putih, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, meyakini bahwa konflik di Venezuela tidak akan terlalu berpengaruh signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pemerintah menyatakan terus memonitor perkembangan situasi global.

Pemerintah Pantau Ketat Gejolak Harga Minyak

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah secara berkelanjutan memantau perkembangan konflik di Venezuela. Kekhawatiran akan lonjakan harga minyak global pasca-penyerangan yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Venezuela, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, disebut belum terjadi.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

“Karena yang utama kan itu akan mempengaruhi harga minyak, tapi kita monitor harga minyak satu dua hari ini tidak ada gejolak tinggi dan perubahan. Harga minyak masih relatif rendah,” ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (5/1/2026).

Saat ditanya mengenai antisipasi khusus yang akan dilakukan pemerintah, Airlangga hanya menyatakan bahwa semua hal akan terus dimonitor. “Nanti kita monitor aja,” katanya singkat.

Dampak Terbatas dan Pasokan Minyak Global

Senada dengan Airlangga, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa dampak konflik Venezuela terhadap ekonomi Indonesia sangat terbatas. Menurutnya, potensi dampak paling terasa adalah pada pergerakan harga minyak.

Memang ada ketakutan suplai minyak berkurang karena Venezuela diserang AS. Namun, Purbaya menilai produksi minyak Venezuela dalam beberapa tahun terakhir memang sudah sedikit. Oleh karena itu, kekhawatiran suplai minyak berkurang tidak terjadi secara signifikan. Mureks mencatat bahwa dinamika pasar minyak global kini lebih dipengaruhi oleh faktor lain.

Lebih lanjut, Amerika Serikat juga telah memulai pengeboran minyak baru di Alaska. Dengan kondisi tersebut, pasokan minyak justru berpotensi bertambah dan menjaga harga minyak agar tidak melonjak tinggi.</p

“Mungkin mereka pikir akan turun suplainya tapi kan Amerika sudah izinkan drilling di Alaska jadi nggak pengaruh ke suplai. Ke depan kalau dijalankan peningkatan produksinya akan bagus juga buat harga minyak dan suplai dunia,” ungkap Purbaya.

Di sisi lain, Purbaya menyoroti bahwa pasar saham justru menunjukkan pergerakan positif. Hal ini mengindikasikan belum adanya dampak berarti dari konflik di Venezuela. “Dari sisi ekonomi kan agak jauh, kalau dilihat dari pasar saham kan malah naik kan. Mereka lihat di situ positif, agak aneh sebetulnya, intinya liat pasar,” tegas Purbaya.

Mureks