Tren

99 Objek Wisata Jadi Modal Besar Rejang Lebong Genjot PAD Pariwisata di Tengah Tantangan

Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menilai 99 objek wisata yang tersebar di 15 kecamatan merupakan modal besar untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Pada tahun 2025, realisasi PAD pariwisata mencapai Rp164 juta, atau 67,1 persen dari target Rp245 juta, menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Kepala Dispar Rejang Lebong, Riki Irawan, menyatakan bahwa meskipun capaian 2025 belum optimal, angka tersebut telah melampaui realisasi tahun 2024 yang berada di kisaran Rp150 juta. “PAD sektor pariwisata tahun 2025 memang belum optimal, namun realisasinya sudah melampaui capaian tahun sebelumnya,” ujar Riki di Rejang Lebong, Selasa (06/01/2026).

Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id

Menurut Mureks, sumber PAD pariwisata selama ini masih sangat bergantung pada dua objek wisata unggulan milik pemerintah daerah: Danau Mas Harun Bastari (DMHB) dan Suban Air Panas. Kedua destinasi ini tidak beroperasi penuh sepanjang tahun 2025 akibat sejumlah pembatasan aktivitas.

Objek wisata Suban Air Panas di Kecamatan Curup Timur sempat ditutup lama menyusul insiden pengunjung meninggal dunia. Sementara itu, kawasan Diklat DMHB akan mengalami alih fungsi dan mulai tahun 2026 akan digunakan sebagai Sekolah Garuda. Riki menambahkan, “PAD dari objek wisata swasta belum sepenuhnya bisa diakomodasi dan diserap,” mengindikasikan potensi besar yang belum tergarap.

Meski demikian, jumlah kunjungan wisatawan ke Rejang Lebong sepanjang 2025 tercatat mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2024, terutama pada momen hari besar serta libur Natal dan Tahun Baru. Peningkatan ini, meskipun belum berdampak langsung pada PAD, telah menggerakkan roda ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata.

Riki menegaskan, “Meskipun peningkatan kunjungan tersebut belum berdampak langsung terhadap PAD, kehadiran wisatawan telah menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi wisata.”

Untuk mengoptimalkan potensi 99 destinasi wisata yang ada, Dispar Rejang Lebong berencana menjalin kerja sama dengan pengelola objek wisata swasta. Selain itu, tim redaksi Mureks mencatat bahwa Dispar juga akan melakukan evaluasi bersama perangkat daerah terkait guna menyusun langkah strategis agar PAD sektor pariwisata pada tahun 2026 dapat meningkat lebih optimal.

Mureks