Tren

21 Sekolah di Kota Bekasi Sabet Adiwiyata, Lima Diantaranya Berhasil Tembus Tingkat Nasional

KOTA BEKASI – Sebanyak 21 sekolah di Kota Bekasi berhasil menyabet penghargaan Adiwiyata, dari tingkat kota hingga nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup, sepanjang tahun 2025. Lima di antaranya bahkan sukses menembus level nasional, menunjukkan komitmen kuat terhadap pendidikan lingkungan.

Rinciannya, 15 sekolah meraih Adiwiyata tingkat kota, enam sekolah tingkat provinsi, dan lima sekolah berhasil menembus tingkat nasional. Penghargaan nasional diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi secara konsisten membentuk budaya peduli lingkungan sejak usia sekolah. Inisiatif ini dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam merespons persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, melalui Program Adiwiyata.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi, Kiswatiningsih, menjelaskan bahwa Program Adiwiyata selaras dengan visi Kota Bekasi Hijau yang diusung Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi. Menurut Kiswatiningsih, seluruh indikator penilaian Adiwiyata mendukung program strategis Pemkot, terutama dalam pengelolaan sampah.

“Ini semua mendukung program pemerintah. Kita tahu bersama, salah satu poin utama penilaian Adiwiyata adalah pengelolaan sampah, yang saat ini menjadi fokus kita,” ujar Kiswatiningsih pada Selasa (6/1), seperti disiarkan situs web Pemkot Bekasi.

Lima sekolah yang meraih Adiwiyata tingkat nasional sebelumnya telah melewati tahapan penilaian ketat di tingkat kota dan provinsi. Ke depan, Pemkot Bekasi bertekad mendorong lebih banyak sekolah untuk membangun budaya peduli lingkungan, sekaligus meningkatkan status sekolah yang sudah meraih Adiwiyata ke jenjang lebih tinggi, yakni Adiwiyata Mandiri.

Untuk mencapai Adiwiyata Mandiri, syaratnya cukup menantang. Sekolah yang telah berada di tingkat nasional diwajibkan membina minimal dua sekolah lain agar dapat berproses bersama menuju penghargaan serupa, menurut Mureks.

Kiswatiningsih menegaskan, pembentukan budaya peduli lingkungan bukanlah perkara mudah. Budaya ini tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru dan orang tua. Dalam proses tersebut, DLH Kota Bekasi berperan aktif mendampingi sekolah, termasuk memberikan dukungan sarana dan prasarana.

“Biasanya apa yang belum bisa dipenuhi sekolah, kami bantu lewat stimulan sarpras agar mereka bisa melalui setiap tahapan,” tambahnya.

Salah satu sekolah yang berhasil menembus tingkat nasional adalah SMAN 15 Kota Bekasi. Sekolah ini memulai pembangunan budaya peduli lingkungan sejak tahun 2023, sebelum akhirnya meraih Adiwiyata Nasional.

Kepala SMAN 15 Kota Bekasi, Khomsatun Rokhyati, mengungkapkan bahwa pembentukan budaya dilakukan secara konsisten melalui berbagai kebiasaan sederhana namun berkelanjutan.

“Setiap Jumat tempat sampah kami simpan, siswa membawa pulang sampahnya masing-masing. Kami juga membiasakan membawa tumbler dan tempat makan, baik guru maupun siswa,” jelas Khomsatun.

Ia menambahkan, penggunaan wadah sekali pakai dilarang di lingkungan sekolah, termasuk di area kantin. Kebiasaan positif ini telah diperkenalkan sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru.

“Sejak 2023 program ini tidak berubah, karena membentuk budaya butuh konsistensi,” tegasnya.

Selain itu, SMAN 15 telah dilengkapi dengan fasilitas komposting untuk mengolah sampah organik dan instalasi hidroponik sebagai media pembelajaran lingkungan bagi siswa.

Ke depan, SMAN 15 bersama empat sekolah lain di Kota Bekasi ditargetkan untuk naik kelas ke Adiwiyata Mandiri. “Tahun ini kami berencana masuk Adiwiyata Mandiri dengan membina sekolah lain. Anak-anak juga kami siapkan menjadi duta lingkungan bersama DLH, orang tua, dan KCD Wilayah III,” tutup Khomsatun.

Sebagai informasi, lima sekolah peraih Adiwiyata tingkat nasional di Kota Bekasi adalah SDN Mustikajaya IV, SMPN 7, SMPN 32 Kota Bekasi, SMAN 15 Kota Bekasi, dan SMKN 8 Kota Bekasi.

Mureks