Pabrikan teknologi asal Tiongkok, Xiaomi, bersiap merilis pembaruan perangkat lunak yang sangat mendesak. Patch Keamanan Xiaomi Januari 2026 ini krusial karena mengatasi kerentanan kritis ‘zero-click’ yang teridentifikasi sebagai CVE-2025-54957 pada Dolby Digital Plus Codec.
Kerentanan tingkat keparahan tinggi ini memungkinkan eksekusi kode jarak jauh hanya melalui transmisi file audio berbahaya, tanpa memerlukan interaksi sama sekali dari pengguna. Serangan dapat terjadi selama file audio ditransmisikan ke perangkat, menjadikan ancaman ini sangat serius bagi jutaan pengguna Xiaomi di seluruh dunia.
Mureks menghadirkan beragam artikel informatif untuk pembaca. mureks.co.id
Ancaman Zero-Click dan Dampaknya pada Perangkat Xiaomi
Istilah “zero-click” menggarisbawahi betapa berbahayanya celah keamanan ini. Perangkat korban bisa terinfeksi bahkan tanpa pengguna perlu membuka atau mengeklik file audio yang dikirimkan. Ini merupakan risiko keamanan siber yang luar biasa, terutama mengingat Xiaomi menggunakan teknologi Dolby Atmos hampir di seluruh lini ponsel mereka, mulai dari Xiaomi 15 Ultra hingga seri Note.
Catatan Mureks menunjukkan, kerentanan ini sangat mendesak untuk ditangani mengingat luasnya penggunaan teknologi Dolby Atmos di berbagai lini ponsel Xiaomi. Pembaruan ini menjadi penambalan yang sangat krusial dan harus segera dilakukan untuk melindungi data dan privasi pengguna.
Transisi ke HyperOS 3 dan Akhir Dukungan untuk Model Lama
Selain fokus pada perbaikan keamanan, Patch Keamanan Xiaomi Januari 2026 juga menandai tonggak penting dalam proses transisi ekosistem ke HyperOS 3. Pembaruan ini akan datang bersamaan dengan peluncuran HyperOS 3 secara keseluruhan, yang berbasis pada Android 16, menjadi kunci penting bagi masa depan ekosistem Xiaomi.
Namun, ada kabar yang kurang menggembirakan bagi sebagian pengguna. Sejumlah model populer, seperti Xiaomi 12 dan POCO X5 Pro 5G, mungkin akan menerima patch Januari ini sebagai pembaruan keamanan terakhir mereka. Hal ini menandai status End-of-Life (akhir dukungan) untuk perangkat tersebut, sehingga pengguna disarankan untuk mempertimbangkan opsi pembaruan perangkat di masa mendatang.
Meskipun Google telah mengeluarkan Buletin Keamanan Android yang relevan, Xiaomi segera mengirimkan pembaruan ini untuk memastikan perlindungan maksimal bagi penggunanya dari ancaman siber yang terus berkembang.






