Wasit berlisensi FIFA asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin, dikabarkan akan memimpin pertandingan krusial antara Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026. Laga yang mempertemukan dua rival abadi ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu, 11 Januari 2026, sebagai bagian dari pekan ke-17.
Penunjukan Ko Hyung-jin, yang dikenal sebagai salah satu wasit kelas kakap di Asia, menambah sorotan pada duel sengit tersebut. Menurut Mureks, wasit berusia 43 tahun ini bukan nama baru di kancah sepak bola Indonesia. Ia telah memimpin empat pertandingan di BRI Super League sejak musim lalu.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Pada musim 2025/2026 ini, Ko Hyung-jin baru sekali bertugas, yakni saat PSIM Yogyakarta mengalahkan Semen Padang 1-0 pada Minggu, 4 Januari 2026, di pekan ke-16. Namun, kepemimpinannya dalam laga tersebut sempat menuai protes dari pelatih Semen Padang, Dejan Antonic, yang menilai beberapa keputusannya merugikan tim berjuluk Kabau Sirah itu.
Rekam Jejak Internasional Ko Hyung-jin
Kredibilitas Ko Hyung-jin akan kembali diuji dalam laga Persib kontra Persija yang selalu diwarnai tensi tinggi. Sepanjang kariernya, ia telah malang melintang di berbagai kompetisi bergengsi di Asia, termasuk Liga Korea Selatan, Liga China, Liga Thailand, dan Liga Vietnam.
Selain itu, Ko Hyung-jin juga dipercaya memimpin pertandingan di ajang-ajang besar seperti AFC Champions League (ACL) Elite, ACL Two, Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia, Piala Asia, Piala Asia U-23, ASEAN Club Championship, hingga Piala Dunia U-17.
Wasit Berlisensi FIFA dengan Statistik Mentereng
Ko Hyung-jin telah mengantongi lisensi FIFA sejak tahun 2009, menegaskan statusnya sebagai wasit internasional. Mureks mencatat bahwa data dari Transfermarkt menunjukkan Ko Hyung-jin telah memimpin total 501 pertandingan sepanjang kariernya.
Dalam ratusan pertandingan tersebut, ia telah mengeluarkan 1720 kartu kuning, 41 kartu merah, dan memberikan 115 tendangan penalti. Statistik ini menunjukkan pengalaman dan ketegasannya dalam mengelola jalannya pertandingan di level tertinggi.
